Warga yang Masuk di Kawasan Hutan Lindung Hidup Dalam Keterbatasan

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Setengah dari wilayah kabupaten di ujung timur Kalimantan Barat ini masuk kawasan hutan. Tidak sedikit pemukiman masyarakat di Kapuas Hulu masuk dalam kawasan hutan tersebut, salah satunya desa Tanjung Lokang di kecamatan Putussibau Utara. Masyarakat di desa tersebut mengalami banyak keterbatasan dalam pembangunan, sehingga perkembangan ekonomi masyarakat di desa tersebut jadi lambat.

Anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim mengatakan, dalam permasalahan hutan lindung tersebut, semua pihak harus sama-sama menyuarakannya ke Pemerintah Pusat. Baik itu dari Pemerintah, masyarakat serta anggota DPRD Kapuas Hulu.

“Saya melihat ini perlu disuarakan ke pemerintah pusat oleh masyarakat itu sendiri, dengan dasar keinginan masyarakat ini bisa disuarakan terus menerus oleh Pemda dan DPRD Kapuas Hulu,” tegasnya, Jumat (15/12).

Menurut Kasim, dari keadaan saat ini cukup banyak masyarakat yang sudah menyampaikan keluhan terkait hutan lindung kepada dirinya. Diantaranya termasuk juga masyarakat desa Tanjung Lokang serta Bungan Jaya di kecamatan Putussibau Selatan.

“Saat saya reses, ada dari Lokang (Tanjung Lokang, red) dan Bungan (Bungan Jaya, red) mengeluhkan terkait status hutan lindung di desanya,” ucap Kasim.

Kasim menuturkan, keadaan di masyarakat di sekitar kawasan hutan memang terhambat, salah satunya terkait kepemilikan tanah. Karena berada di kawasan hutan masyarakat tidak dapat membuat sertifikat untuk hak milik.

“Maka masyarakat minta agar status hutan lindung itu dialih fungsi, sehingga bisa dikelola leluasa oleh masyarakat dan juga pemerintah. Dengan dialih fungsi desa yang ada di kawasan hutan itu dapat dibangunkan tower telekomunikasi, dibangun jalan yang bagus dan berbagai pembangunan lainnya,” tegas Kasim.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts