Berbekal Posting Aksi Pungli di FB, Polsek Pemangkat Ringkus Tukang Ojek Pelaku Pungli

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Personel Polsek Pemangkat langsung bereaksi cepat mencari informasi berkaitan dengan postingan dari Freddy Su terkait adanya tindakan Pungli di pelabuhan Penjajab oleh oknum tukang ojek, dan melakukan penyelidikan dengan menuju kawasan pangkalan ojek di Pelabuhan Penjajap. Atas adanya informasi dari postingan Facebook tersebut,

Wakapolres Sambas, Kompol Jovan R Sumual mengungkapkan, personel Polsek Pemangkat melakukan penyelidikan, terhadap satu orang yang diduga oknum yang di maksud, seperti yang terlihat di dalam foto yang diunggah akun Facebook Freddy Su tersebut.

“Salah satu oknum yang diduga di dalam foto atau gambar yang diposting akun Facebook, Freddy Su. Kemudian dibawa ke Polsek Pemangkat untuk di interogasi,” ujar Wakapolres, Rabu (27/12).

Kompol Jovan menjelaskan, setelah dilakukan interogasi kepada oknum yang diduga sesuai dengan foto yang diunggah Freddy Su. Oknum tersebut mengakui telah melakukan kegiatan meminta uang kepada calon penumpang.

“Oknum tersebut mengakui perbuatannya telah meminta uang kopi sebesar Rp100 ribu, kepada pengurus, atau pembawa rombongan yang baru turun dari kapal motor dari Kecamatan Jawai,” jelasnya.

Kepada oknum tersebut, kemudian diminta untuk menghentikan aktifitasnya. Pelaku kemudian menandatangani surat pernyataan di Polsek Pemangkat.

“Jadi inti dari poin surat pernyataannya tersebut, bahwa dia selaku tukang ojek di Pelabuhan Penyeberangan Penjajap akan bekerja sesuai dengan peraturan, dan ketentuan sebagaimana mestinya, dan tidak akan melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Kemudian, dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa, meminta uang kepada supir atau pengurus rombongan secara paksa,” terang Wakapolres.

Tak hanya itu saja, oknum tersebut juga harus meminta maaf kepada sopir atau pengurus rombongan yang telah dimintai uang secara paksa.

“Apabila dikemudian hari ada lagi oknum-oknum seperti ini yang melanggar dari isi surat pernyataan tersebut, maka oknum tersebut harus siap diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Foto: Postingan Freddy Su di Facebook, tentang adanya aktifitas pungli di Pelabuhan Penyeberangan Penjajap Pemangkat/Facebook

Wakapolres menguraikan kronologis kejadian, yang sesuai dengan informasi yang disampaikan dalam postingan Freddy Su.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada Senin (25/12) sekitar pukul 17.20 WIB di Pelabuhan Penyeberangan Penjajap.

“Kejadian tersebut dilakukan oleh oknum ojek, setelah jam operasional oplet Pelabuhan Penyeberangan Penjajap-Terminal Pemangkat sudah berakhir. Setiap harinya, jam operasional oplet di Pelabuhan Penyeberangan tersebutkan dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Jadi, setelah jam operasi oplet berakhir itulah yang dimanfaatkan oleh oknum ini melakukan pungli kepada para penumpang yang akan menyeberang atau yang baru turun dari kapal motor,” paparnya.

Menurut Kompol Jovan, atas adanya kasus ini, pihaknya menduga ada kemungkinan aktifitas pungli tersebut sudah berlangsung sejak lama di kawasan tersebut.
Tak hanya itu saja, kemungkinan masih ada aktifitas pungli serupa, yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab di tempat lain, dengan maksud dan tujuan tertentu.

“Jadi ke depan, personel kepolisian, khususnya unit Sabhara akan meningkatkan patroli di Pelabuhan Penyeberangan Penjajap, untuk menghindari kejadian tersebut terulang kembali. Kemudian unit Binmas atau Bhabinkamtibmas akan melakukan penyuluhan di Pelabuhan Penyeberangan Penjajap, maupun kawasan lain yang dimungkinkan terjadinya aktifitas pungli. Semua unit, termasuk unit Intelkam dan unit Reskrim, akan melakukan monitoring dan melakukan penyelidikan kemungkinan terjadinya suatu tindak pidana di wilayah hukum Polsek Pemangkat,” jelasnya.

Sebelumnya Postingan foto yang disertai tulisan tentang adanya aktifitas pungutan liar (Pungli) di Pelabuhan penyeberangan Penjajap, di Pemangkat, Kabupaten Sambas, oleh akun Facebook, Freddy Su sontak mengagetkan warga net pada Selasa (26/12/2017).

Dalam postingannya, Freddy Su menumpahkan kekesalannya, atas adanya oknum warga yang meminta uang dengan paksa kepada calon penumpang di pelabuhan penyeberangan tersebut.

Freddy Su bahkan menuliskan, untuk ketiga kalinya ia mendapat kesempatan pergi berkunjung ke Jawai, Kabupaten Sambas. Namun, ia dan teman seperjalanannya, mengalami hal yang disebutnya menjengkelkan dan memuakkan untuk ketiga kalinya pula.

Ia mengisahkan, ketika tiba di arah pintu masuk pelabuhan penyeberangan Penjajap. Ada oknum yang meminta uang dengan cara paksa kepada calon penumpang. Terutama warga yang terlihat asing atau dikenali bukan penduduk setempat. Tindakan oknum tersebut menurutnya sangat meresahkan.

Para oknum tersebut menghampiri dirinya dan setiap calon penumpang lain dengan berdalih meminta uang ojek. Padahal ia tidak menggunakan jasa ojek, namun dimintai uang sebanyak Rp10 ribu per orang.

(Gindra/Faisal)

Related Posts