Iran Dilanda Demonstrasi Besar-besaran, 200 Warga Ditahan

Thetanjungpuratimes.com – Iran tengah diterpa gelombang demonstrasi massa besar-besaran. Aksi itu bermula dari merosotnya kondisi ekonomi di negara tersebut. Namun, aksi itu dengan cepat melenceng menjadi bermuatan politik.

“Sangat terlihat bahwa mereka yang kalah pada pemilihan presiden lalu senang melihat demonstrasi massal ini,” terang jurnalis dan ahli politik Iran Abbas Abdi kepada Anadolu Agency, Minggu (31/12).

Ribuan rakyat Iran turun ke jalan di kota-kota bagian timur laut pada Kamis (28/12) untuk memprotes naiknya harga-harga, dan mismanajemen dalam sistem pemerintahan. Protes ini dengan cepat menyebar menjadi demonstrasi anti-pemerintah di seluruh negara.

Kantor Berita Mahasiswa Iran mengutip Gubernur Mashhad Mohammad Rahim Norozian, yang berkata polisi telah berhasil membubarkan protes, dan menahan lebih dari 50 pedemo.

“Mereka yang menerima deviden tinggi dari hasil investasi mulai meminta untuk menarik kembali investasi setelah merugi, meski sejak awal tidak ada jaminan dari pemerintah dan Bank Sentral,” ujar Abdi, menunjukkan bahwa demo kali ini disebabkan oleh “jatuhnya perusahaan-perusahaan keuangan”.

Abdi melanjutkan, karena mayoritas perusahaan keuangan yang bangkrut berada di wilayah timur laut di provinsi Khorasan, demonstrasi dimulai di Mashhad, kota yang terletak di tengah-tengah provinsi itu.

Dia juga menekankan, kesalahan-kesalahan di bidang ekonomi yang terjadi di bawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad turut menyumbang sebagai alasan di balik protes baru-baru ini.

“Tentu saja, insiden [jatuhnya perusahaan-perusahaan finansial] adalah pemantik, terlepas dari itu, masyarakat dari lapisan bawah telah menunggu keadaan seperti ini untuk menyuarakan aspirasi.”

Namun Abdi menggarisbawahi, permasalahan ekonomi bukan satu-satunya alasan terjadinya protes.

“Sangat jelas lingkaran yang kalah pada pemilihan presiden lalu sangat senang melihat demonstrasi terjadi, namun yang mereka tidak sadari, protes yang tadinya berawal karena keadaan ekonomi dengan cepat beralih menjadi medium bagi permasalahan lain, termasuk politik.”

Abdi kemudian menyebutkan imbas insiden di Iran yang bisa memengaruhi negara-negara tetangganya.

“Wajar bila negara-negara yang tidak memiliki hubungan baik dengan Iran menikmati situasi ini. Sama saja, Iran juga akan menikmati situasi jika hal yang sama terjadi di negara-negara tersebut,” tambah dia.

Dia juga menyinggung bahwa Iran juga “tidak senang dengan penggagalan kudeta di Turki tahun lalu, yang sedianya bisa membuat wilayah tersebut tak stabil.”

Sebaliknya, negara-negara yang tidak menginginkan kestabilan di wilayah Iran tak akan gembira dengan perkembangan yang ada di Iran selama ini, kata Abdi.

200 Ditahan

Sebanyak 200 pedemo anti-pemerintah ditahan di ibu kota Iran, Teheran, sepanjang demonstrasi pada Sabtu, menurut Kantor Berita Buruh Iran (ILNA).

Beberapa pendemo yang ditahan kemudian dilepaskan, kata Wakil Gubernur Provinsi Teheran Ali Asghar Naserbakht kepada ILNA.

Sejumlah 40 lainnya yang dianggap sebagai pemimpin demonstrasi tetap ditahan, tambah Naserbakht.

Kepala Jaksa Penuntut Umum di Teheran Abbas Jaffari Dolatabadi mengatakan, sekelompok pemrotes bertindak membahayakan sebuah masjid, sebuah pom bensin, kantor-kantor pemerintah, dan fasilitas umum.

Menurut media lokal, pendukung pemerintah di kota-kota besar, termasuk ibu kota Teheran, meminta rezim untuk memenuhi rekomendasi ekonomi dari Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

Berbicara di Masjid Grand Musalla di Teheran, Mahmoud Araki, anggota Dewan Ahli Khamenei, berkata bahwa Iran sedang perang harga dengan Barat dan pemerintahan Hassan Rouhani seharusnya menjalankan program “Perlawanan Ekonomi” yang dibuat Khamenei.

Seruan yang sama juga datang dari protes pro-pemerintah di kota terbesar di Iran, Mashhad, yang juga merupakan pusat demo anti-pemerintah.

(Suara.com/Faisal)

Related Posts