BPJS: Peserta JKN-KIS di Kalbar Meningkat Tahun 2017

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung, Benjamin Saut PS, mengatakan, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Kalimantan Barat 2017 mengalami peningkatan.

“Peserta JKN-KIS pada 2017 meningkat 5,7 persen dari capaian 50 persen menjadi 55,7 persen. Peserta JKN di Kalbar ada 2,9 juta jiwa dari 5,3 juta, jadi 2,4 juta lagi yang belum menjadi peserta JKN. Diharapkan semua penduduk yang belum menjadi peserta JKN untuk segera mendaftar sebagai peserta,” tuturnya, Rabu (17/1).

Dirinya menjelaskan, masyarakat yang masuk kategori pekerja penerima upah agar didaftarkan melalui perusahaan instansi dia bekerja. Kategori tenaga honor daerah dan aparat desa didaftarkan oleh pemerintah. Masyarakat tidak mampu, didaftarkan melalui dinas sosial, sehingga nanti ditetapkan sebagai peserta dari penerima bantuan iuran kabupaten atau kota.

“Diharapkan semua masyarakat telah menjadi peserta JKN-KIS paling lambat 31 Desember 2018, sehingga 1 Januari 2019, kita sudah cakupan semesta untuk Kalbar,” harapnya.

Dirinya menyampaikan, para peserta Kalbar merasakan manfaat pelayanan kesehatan dari JKN-KIS, termasuk kasus pasien difteri.

“Kalau kasus tersebut positif tentunya penangannya itu dilakukan oleh fasilitas kesehatan baik tingkat utama maupun tingkat lanjutan, dan pembiayaannya tentunya berdasarkan kejadian luar biasa, pembiayaannya dilakukan pemerintah daerah. Kondisi suspeck ada 14 suspeck, dari Kota Pontianak, Kubu Raya dan Ketapang, ada 7 peserta JKN itu ditangani pembiayaannya,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

Related Posts