Mau ke Malaysia Cukup 80 RM

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Saat ini Kapuas Hulu telah memiliki angkutan umum yang melayani rute lintas negara, yakni Putussibau-Badau-Kuching. Rute tersebut dilayani secara back to back oleh armada Damri dan Biara Emas. Bahkan harganya sedang promo, cukup 80 RM, masyarakat sudah bisa ke ibu kota negeri Jiran Malaysia.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Hulu, Drs. H Abdul Halim menuturkan, sekarang rute Putussibau-Badau-Kuching memang masih perjalanan promosi, jadi dari tarif normal rute tersebut sebetulnya 100 RM, tapi karena promosi maka tarifnya 80 RM. Promosi ini sampai bulan akhir bulan Februari, hingga acara launching resmi rute Putussibau-Badau-Kuching.

“Sekarang rute tersebut belum resmi hanya saja dari pihak Malaysia sudah membolehkan trayek rute tersebut mulai operasi. Kemudian pada bulan Februari nanti baru diresmikan bersama dengan melibatkan pejabat terkait dari kedua belah negara,” katanya, Kamis (25/1).

Untuk rute lintas negara RI-Malaysia ini, Halim mengatakan, sistemnya back to back. Artinya ada transit di pintu perbatasan Pos Lintas Batas Nanga (PLBN) Badau. Sistem back to back ini akan tetap dilakukan selama jalan Putussibau-Tanjung Kerja masih sempit seperti sekarang ini.

“Selama jalur tersebut belum lebar, masih sistem back to back. Tidak bisa langsung karena kendaraan antar negara itu besar, sulit melewati jalan tersebut,” ujarnya.

Dalam sistem angkutan tersebut, kata Halim, dari Putussibau masyarakat menggunakan armada Damri yang medium sampai ke PLBN Badau. Dari PLBN Badau menuju Kuching, Malaysia, masyarakat akan diangkut dengan armada dari perusahaan Biara Emas.

“Jadi kalau ke seberang (Malaysia) masyarakat tinggal bawa paspor saja,” tuturnya.

Sekarang ini armada Damri yang beroperasi untuk rute Putussibau-Badau hanya satu. Dalam waktu dekat akan tambah satu armada lagi.

“Damri sudah ada ijin trayek dari Dishub Kapuas Hulu untuk rute Putussibau Badau. Armada ini boleh mengambil masyarakat di kecamatan-kecamatan yang hendak ke Malaysia, karena ijin trayek mereka angkutan perdesaan namanya. Armada ini juga beroperasi setiap hari,” tuntas Halim.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts