LGBT Diancam Maksimal 9 Tahun Penjara, Bamsoet: Kategori Pidana Asusila

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dan pernikahan sejenis telah dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang kini tengah direvisi dan akan segera diundangkan. Pasalnya, LGBT bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45, bahkan LGBT merupakan tindakan kriminal karena telah mengingkari kodrat dasar manusia, dan perilaku LGBT bisa merusak moral bangsa.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga menyebut tidak ada pembahasan secara khusus mengenai revisi UU tentang LGBT (RUU KUHP) di DPR. Politisi Partai Golkar itu menyebut, DPR justru menginginkan adanya perluasan pemidanaan tak hanya pada perilaku pencabulan namun juga hubungan sesama jenis yang juga dapat dikategorikan sebagai pidana asusila.

“Satu pasal di RUU KUHP di Panja Komisi III menguatkan sikap kami. Bahkan semangat kami di sana adalah selain menolak tidak ada perluasan daripada pemidanaan perilaku LGBT itu,” jelas Bamsoet.

Dalam Pasal 495 ayat 2 RUU KUHP disebutkan “Setiap orang yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain yang sama jenis kelaminnya berumur di atas 18 tahun, dengan (1) kekerasan atau ancaman kekerasan, atau melanggar kesusilaan di muka umum, atau dipublikasi, atau berunsur pornografi diancam pidana maksimal sembilan tahun penjara”.

Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo, menambahkan, LGBT bukan HAM tapi penyakit menular dan tindakan kriminal.

“Jika tidak mau disembuhkan dari penyakit yang sangat menular tersebut maka negara harus menghukum,” tegas Anton di Jakarta, Sabtu (27/1)

Indonesia layak merujuk agama untuk melarang LGBT karena dasar NKRI adalah KeTuhanan Yang Maha Esa yang mewajibkan setiap WNI tanpa kecuali harus mentaati agamanya sesuai kitab sucinya.

“Dari sini setiap wakil rakyat wajib memahami Pancasila dan UUD 45,” katanya menegaskan.
Menteri Agama, Lukman Saifuddin juga mengaku terkejut ada sekelompok warga menginginkan legalitas LGBT.
Apapun alasannya, kata dia baru-baru ini, semua agama tidak menoleransi tindakan perilaku LGBT. Atas dasar itu LGBT harus dilarang dan dipidana perbuatannya yang tak sesuai dengan ajaran agama manapun.

(Suarakarya.id/Faisal)

Related Posts