Tol Laut Picu Penurunan Harga Sembako di Timika Papua

Timika, thetanjungpuratimes.com – Harga sejumlah bahan pokok (Bapok) terutama ayam turun drastis setelah digelarnya Tol Laut bentukan Presiden Joko Widodo dua tahun lalu.

Masyarakat Timika, Provinsi Papua, merasakan itu dan menjadi suatu kondisi yang sangat disyukuri bahwa harga-harga bahan pokok, seperti semen, beras,gula pasir, minyak goreng dan lainnya mulai bergeser turun.

Kebijakan pemerintah mengoperasikan kapal tol laut langsung dari Pulau Jawa ke Papua dalam kurun waktu dua tahun terakhir sangat berdampak pada penurunan harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat di Kota Timika dan sekitarnya.

“Harga sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat, terutama daging ayam mengalami penurunan drastis dari sebelum adanya program tol laut ini,”kata Kepala PT Pelni Cabang Timika, Suadi, melalui siaran persnya di Timika, Minggu, (28/1/2018) .

Pada sekitar 2015 ke bawah, harga daging ayam beku di Timika dijual pada kisaran Rp50-an ribu hingga Rp60 ribu/kg. Namun, kini harga daging ayam beku di Timika dijual antara Rp27 ribu-Rp30 ribu/kg.

“Kami memang belum melakukan studi detail soal dampak program tol laut dengan penurunan harga barang kebutuhan pokok masyarakat di Timika. Tapi secara kasat mata masyarakat mengalami langsung penurunan harga itu,” katanya.

Kebijakan tol laut juga berdampak langsung pada penurunan tarif ekspedisi barang dari Surabaya ke Timika menggunakan kapal dagang milik swasta seperti PT SPIL, PT Temas dan PT Tanto.

Sebelum adanya pengoperasian kapal tol laut, harga sewa barang per konteiner dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Paumako Timika berkisar Rp40-an juta.

Saat ini (digelar program tol laut,Red), harga sewa barang per konteiner menggunakan kapal-kapal perusahaan swasta itu dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Paumako Timika hanya berkisar Rp15 juta/kontainer.

“Sekarang tarif kapal swasta ikut turun drastis. Tadinya sampai Rp40-an juta per kontainer, terutama konteiner reefer, sekarang tinggal belasan juta,” ujar Suaidi.

Adapun tarif ekspedisi barang (terutama sembako) menggunakan kapal tol laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Paumako Timika ditetapkan Rp7 juta per konteiner.

“Yang jelas tarifnya sebesar itu yang ditetapkan pemerintah. Kami tidak boleh menjual diatas harga yang telah ditetapkan pemerintah itu,” kata Suaidi.

Dengan kondisi tarif yang murah tersebut, Suaidi berharap semakin banyak pengusaha Timika yang memanfaatkan jasa kapal tol laut untuk memasukan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat ke Timika sehingga berdampak pada penurunan harga di pasaran.

Meskipun saat ini kapal-kapal swasta yang dioperasikan oleh sejumlah perusahaan masih mengangkut barang kebutuhan pokok masyarakat, namun harga jual barang tersebut akan turun dengan sendirinya lantaran tarif kapal swasta juga kini ikut turun.

Mulai Januari 2018, PT Pelni akan mengoperasikan kapal baru untuk melayani program tol laut rute Tanjung Perak Surabaya-Paumako Timika-Agats Asmat hingga Merauke pergi pulang sekali sebulan.

Program tol laut tetap berlanjut terus secara rutin satu bulan sekali. Animo pengusaha Timika sekarang semakin meningkat. Di bulan Desember, kapal tol laut mengangkut 60 tius bahan sembako dari Surabaya ke Timika. Itu pencapaian tertinggi. Sebelumnya, maksimal hanya sebanyak 38 tius.

Barang-barang yang bisa diangkut dengan kapal program tol laut tersebut yaitu hanya khusus sembako seperti semen, beras, gula pasir, minyak goreng, daging beku dan lainnya.

Selain berkoordinasi dengan Pelni Cabang Surabaya, pengusaha yang hendak mengangkut sembako ke Timika menggunakan jasa kapal tol laut juga harus melapor ke kantor dinas perdagangan Kota Surabaya.

Masyarakat Papua sangat berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo karena pemikiran briliannya menggelar program tol laut ini, ternyata sangat berhasil. Terutama membantu warga kurang mampu di Papua dan Papua barat.

Diharapkan Presiden Jokowi terpilih lagi pada periode berikut. Kami harapkan Bapak Jokowi Presiden RI semumur hidup.“Kami warga Papua minta daerah lainnya di Indonesia mengerti dan memahami kondisi negera kita saat ini, di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo. Pokoknya rakyat seluruh Indonesia pasti menghendaki Bapak Joko widodo Presiden seumur hidup,”kata Mama Mia, warga asli Mimika.

(Suarakarya.id/Faisal)

Related Posts