Ini Fungsi Pusat Studi Halal Universitas Tanjungpura

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Pengelola Pusat Studi Halal (PSH) Universitas Tanjungpura (Untan), Dr Ir Wasi’an Syafiuddin MSc, menjelaskan, fungsi dari PSH Untan adalah untuk melakukan studi, kajian, penelitian bahan, proses, dan produk halal.

Kemudian, PSH Untan berfungsi untuk melakukan pendampingan, pemberdayaan dan pemahaman urgensi kehalalan produk. Melakukan pembinaan dan advokasi kepada pelaku bisnis produk halal serta melakukan kerjasama dengan pihak lain terkait kegiatan studi produk halal.

“PSH Untan berfungsi melakukan kajian, penelitian, investigasi terhadap sumber nabati, hewani dan manusia, bahan makanan, minuman, obat dan kosmetika. Melakukan investigasi terhadap produk halal, produk haram, produk yang meragukan atau syubhat, dan produk beracun, yang halal atau tidak halal,” katanya, Jumat (2/2).

Dirinya melanjutkan, PSH Untan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengetahui produk halal, melalui sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

“PSH Untan akan membantu masyarakat mengetahui hak-hak konsumen, dan jaminan negara terhadap kehalalan produk melalui penyuluhan dan pendampingan. Melakukan kerjasama dengan Dinas Perindag dalam rangka meningkatkan kesadaran UKM-UKM dan pedagang kuliner melalui pelatihan dan pendampingan proses pengajuan dan pendaftaran produk halal. Memberikan bantuan teknis penanganan bahan dan produk halal,” jelasnya.

Selain itu, PSH juga akan memberdayakan pedagang kuliner yang menggunakan gerobak dorong, pedagang makanan dan minuman melalui semangat kesadaran halal, kecemasan terhadap bahan beracun atau haram.

“Menjadikan PSH Untan sebagai tempat masyarakat berkonsultasi, berbagi ilmu, dan menyampaikan keluh kesah persoalan produk halal. Melakukan kampanye urgensi produk halal melalui spanduk, selebaran, leflet atau brosur yang bisa diberikan secara gratis, dan melalui medsos serta memberikan pelatihan sadar halal secara gratis melalui kerjasama dengan pihak ketiga,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, PSH Untan akan melakukan advokasi hukum kepada pelaku bisnis produk halal sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) pasal 4.

“PSH Untan akan melakukan advokasi atau perlindungan konsumen dari bahaya produk non-halal serta beracun terhadap keamanan pangan dan kesehatan. Melakukan pembinaan kepada pelaku bisnis kuliner, produk bahan, obat dan kosmetika agar mengajukan proses sertifikasi halal,” jelasnya.

PSH Untan akan memberikan perlindungan hukum terhadap pedagang kuliner kecil dan menengah melalui advokasi hukum. Melakukan sosialisasi dan pembinaan pelaku bisnis pentingnya menerapkan good manufacturing practices agar terjamin halal dan higienis bagi pelaku bisnis produk halal serta membangun kerjasama dengan pihak keamanan dan instansi terkait dalam hal pengawasan perdagangan produk halal.

“PSH Untan akan melakukan MoU dengan Disperindagkop provinsi, kabupaten dan kota. Bekerjasama dengan pedagang kuliner, dalam hal pelaksanaan studi halal. Melakukan kerjasama dengan BPOM, LP-POM MUI, BPJPH, LPH, serta Melakukan kerjasama dengan laboratorium  yang bersertifikat dengan standar nasional atau ISO,” pungkasnya.

(Sukardi/Muh)

Related Posts