Menristekdikti Paparkan Pencegahan Penggunaan Ijazah Palsu saat Pilkada

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), Dr Ir Paristiyanti Nurwardani MP, memaparkan pencegahan penggunaan ijazah palsu pada proses Pilkada serentak 2018.

“Sebetulnya untuk proses Pilkada kali ini, kalau memang seseorang betul-betul menempuh proses pembelajaran yang baik tidak usah khawatir, pasti ijazahnya juga baik, tetapi memang biasanya di saat Pilkada ini semua orang berupaya untuk saling menjatuhkan lawan politiknya mungkin, nah ini kadang-kadang saling melaporkan,” tuturnya, Rabu (7/2).

Dirinya menerangkan, jika ada laporan mengenai seseorang yang diduga memiliki ijazah palsu, pihaknya langsung melakukan proses penelusuran dan melakukan proses verifikasi dan validasi.

“Kalau dia dari perguruan tinggi negeri, maka kami akan melakukan verifikasi dan validasi langsung komunikasi dengan rektor, dan nanti kami akan meminta surat keterangan tertulis, apakah betul yang bersangkutan betul-betul lulusan universitas tersebut. Kalau namanya ada di sistem verifikasi ijazah secara elektronik atau Sivil, pasti asli ijazahnya. Kemudian kalau namanya tidak ada di Sivil, misalnya lulusan dahulu kala, kita akan konfirmasi, verifikasi dan validasi ke perguruan tinggi negerinya,” terangnya.

Kemudian, jika dari lulusan swasta, maka Kemenristekdikti akan melakukan verifikasi dan validasi dengan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dan dengan perguruan tinggi swasta, setelah mendapatkan keterangan tertulis dari dua lembaga tersebut, maka Kemenristekdikti  baru akan mengeluarkan keterangan terkait ijazah tersebut asli atau palsu.

“Untuk Pilkada 2018 ini, banyak yang aslinya, kalau pada tahun 2015 dulu memang banyak yang palsunya, sekarang proses Pilkada semakin ketat dan bagus, ijazah palsu yang dilaporkan hampir semuanya tidak terbukti,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

Related Posts