Kapolda Kalbar: TNI-Polri Miliki Doktrin Tegak Lurus untuk Merah Putih dan NKRI

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono, menyampaikan bahwa situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda Kalbar dan jajaran sampai saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.

“Ini merupakan hasil dari kerjasama antara personel Polri dan TNI yang ada di lapangan,” ujarnya, Selasa (20/2).

Dirinya mengatakan, di tengah dinamika politik, sosial budaya dan keamanan dalam negeri dewasa ini, TNI-Polri dipercaya sebagai dua pilar sekaligus benteng NKRI yang berdiri kokoh. Banyak upaya dari musuh-musuh negara untuk menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), diantaranya dengan mencoba meruntuhkan dua pilar kuatnya.

“Mereka tidak akan pernah berhasil. Karena TNI-Polri memiliki doktrin yang sama, tegak lurus hanya untuk merah-putih dan NKRI,” tegasnya.

TNI-Polri adalah sebaik-baiknya praktek Bhinneka Tunggal Ika. Hanya dalam organisasi TNI-Polri-lah, terakomodasi perbedaan suku, agama, ras, dan asal-usul.

“Kita tidak pernah mempertanyakan dari suku atau agama apa seorang prajurit atau bhayangkara. Yang kita tahu adalah kita semua sama menjadi abdi utama bagi nusa dan bangsa. Bahkan untuk perwira, kita diajarkan untuk mengenal nusantara dengan Penempatan tugas yang berpindah-pindah provinsi. Mengenal lebih banyak daerah dan saudara dari berbagai suku dan agama,” tuturnya.

Jadi negara ini tetap kokoh berdiri hingga sekarang dan hingga kapanpun karena adanya keterpaduan TNI dan Polri dalam menjaga pilar-pilar negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam sapta marga, sumpah prajurit, 8 wajib TNI, dan 11 asas kepemimpinan yang dimiliki TNI, sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Tribrata dan Catur Prasetya yang kami miliki. Beberapa nilai luhur dan mendasar yang sama-sama kita miliki adalah taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, setia pada NKRI; bertekad melindungi rakyat; menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari; serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Kita juga memiliki banyak kesamaan lainnya. Kita memiliki seragam dengan aturan yang hampir mirip; kita memiliki jenjang kepangkatan dan eselonisasi jabatan yang juga mirip; Polri masih menerapkan disiplin yang diwarisi dari TNI,” katanya.

Dirinya menjelaskan, hingga saat ini, Polri juga masih menerapkan tata upacara dan tata penghormatan yang diwarisi dari TNI serta sistem pendidikan yang sejajar di setiap tingkatan. Dan masih banyak hal lainnya yang menunjukkan bahwa TNI-Polri benar-benar dua pilar yang kembar dan kokoh, pengawal sekaligus benteng negara.

Adapun tugas pokok dan peran kita yang berbeda, dimana TNI diberikan amanah untuk menjaga kedaulatan negara dan membina pertahanan negara, sementara Polri dipercaya untuk memelihara Kamtibmas, dan menegakkan hukum. Perbedaan tugas pokok, peran, dan wewenang yang telah diatur dalam masing-masing undang-undang itu, justru untuk memperkuat keberadaan Tni-Polri sebagai pilar negara.

“Seperti sebuah sistem, kita menjadi saling melengkapi dan saling menguatkan karena memiliki tugas dan peran yang berbeda,” katanya.

Lebih lanjut Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengungkapkan, di sinilah lahir konsep sinergi TNI-Polri. Karena hanya dengan memadukan dan menyelaraskan dua kekuatan, dan dua kemampuan yang berbeda dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas, hasilnya jauh akan lebih baik. Sinergi merupakan suatu proses berpikir dan bekerja sama dengan Memberdayakan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki masing-masing pihak.

Sinergi bukan meleburkan dua kekuatan atau lebih menjadi satu. Sinergi lebih kepada memadukan, menyelaraskan, dan mengharmoniskan dua atau lebih kekuatan berbeda untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas yang dihadapi bersama. Demikian kurang lebih pemaknaan sinergi yang saya pahami.

“Seperti yang kita hadapi bersama saat ini, dimana pilkada baru saja memasuki masa kampanye, tentunya akan banyak ancaman, hambatan, tantangan, dan gangguan yang akan dihapadi. Polri pasti membutuhkan dukungan TNI,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

Related Posts