Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan Ber-NKRI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Warung Kopi Solidaritas berkerjasama dengan DPK GMNI UPB Pontianak  mengadakan talkshow  ke 14, yang dikenal dengan NGOPI (Ngobrol Pintar bersama Bonti), dengan mengusung tema, Kebhineka Tunggal Ikaan sebagai landasan ber-NKRI, Sabtu, (2/2/2019) siang.

Owner Warung Kopi Solidaritas, Muchammad Sab’in, menyampaikan diskusi ini kita helat di tengah pergolakan politik. Yang memang hari ini lebih mengedepankan politik identitas,  sara, dan lain-lain.

“Yang saya anggap itu bukan ciri khas kita berbangsa dan bernegara tetapi lebih mengedepankan kepentingan sepihak,” ujarnya pria yang akrab disapa Bonti.

Pada talkshow  yang juga dimotori oleh DPK GMNI UPB Pontianak,  Bonti berharap kekuatan teman-teman OKP dan kaum intelektual benar-benar bisa menjadi garda terdepan bagi perjuangan Bhineka Tunggal Ika terdahulu dan bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengupayakan dan menyampaikan potensi-potensi yang memang akan muncul apabila kita terus-menerus menggerus makna ataupun arti dari bineka tunggal Ika yang kita jadikan sebagai landasan BER-NKRI saat ini.

“Demokrasi hari ini  yang harus kita maknai adalah demokrasi yang menggembirakan bagi masyarakat dan bisa menjadi pestanya rakyat Indonesia. Yang mampu membawa hasil yang baik bagi masyarakat,” tuturnya.

Bonti menyebutkan, dengan berbagai isu atau sentimentil kelompok termasuk golongan yang saat ini menggerus kebinekaan, sangat  disayangkan sekali apabila ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan memunculkan sebuah kegundahan dan kegaduhan di tengah masyarakat yang penuh dengan keberagaman agama,suku,ras, tradisi dan lain-lain.

“Teman-teman warung kopi solidaritas akan menjadi garda terdepan untuk melawan sentimentil-sentimentil kelompok ras dan lain-lain tentunya. Kita harus membangun kekuatan pikiran positif dan energi positif dalam menghadapi pesta demokrasi saat ini. Dan kita harus mengambil secara bersama-sama intisari atau makan dari pesta demokrasi saat ini sehingga kita bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang baik untuk bangsa ini,” katanya.

Bonti menambahkan, dirinya  dan teman-teman Warkop Solidaritas mengajak teman-teman pemuda jaman now untuk membangun kesadaran secara personal agar mampu membawa perubahan yang baik bagi NKRI tercinta. Jangan hanya main games terus-menerus ataupun gadget sehingga lupa terhadap fungsi sebagai pemuda agen perubahan bangsa.

“Mari kita diskusikan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat atau keluh kesah masyarakat agar kita sebagai pemuda juga bisa memberikan solusi yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat atau Indonesia,” pungkasnya.

(Adi)

Related Posts