Orasi Ilmiah Dr. Siti Nani Nurbaeti pada Peringatan Dies Natalis Untan ke-60

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) Dr. Siti Nani Nurbaeti S.farm., M.Si., Apt. menyampaikan Orasi Ilmiah pada acara sidang terbuka senat Untan dalam rangka dies natalis ke-60, di Gedung Auditorium Untan, Senin (20/5/2019).

Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Dr Siti Nani Nurbaeti MSi Apt dengan judul “Penggunaan Kembali Antibiotik Generasi Lama Dalam Pengendalian Resistensi Antibiotik Melalui Studi Biofarmasetika dan Formulasi Sediaan Lepas Lambat (Sustained-Release) Partikel Trojan Kloramfenikol Dan Tiamfenikol Pada Infeksi Paru-Paru”.

Dr Siti Nani Nurbaeti menjelaskan, di Indonesia penggunaan antibiotik sudah resisten dan antibiotik yang harusnya dapatkan melalui resep dokter justru di Indonesia didapatkan tanpa resep dokter.

“Padahal dalam penggunaannya harus benar-benar secara bijak dan tepat. akhirnya banyak dari orang-orang salah dalam menggunakannya, mulai dari tidak dihabiskan karena tidak melalui  resep dokter,” jelas wanita kelahiran Pandeglang, 30 November 1984.

Menurutnya, ketika resistensi ini sudah menyebar, akhirnya antibiotik yang terbarukan sudah tidak bisa lagi membunuh infeksi yang beredar sekarang ini dan membutuhkan antibiotik yang terbaru lagi.

Dr Siti Nani Nurbaeti mengatakan, biayanya industri farmasi tidak cukup untuk melakukan riset terus menerus sedangkan cara penggunaan antibiotik masih kurang tepat.  “Sehingga antibiotik yang sudah lama dan ditinggalkan digunakan kembali, karena dibandingkan generasi terbaru, antibiotik generasi lama resistensinya lebih rendah dan ini yang mendasari saya mengambil penelitian ini”. Katanya.

“Maka saya pilih Kloramfenikol dan Tiamfenikol karena resistensinya masih rendah walaupun masih ada efek sampingnya, makanya di sini saya mencari formula dan rute yang bisa meminimal efek sampingnya yang berbahaya sehingga efeknya lebih baik,” jelasnya.

Dr Siti Nani Nurbaeti meminta peran dari Apoteker dalam memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana penggunaan antibiotik yang benar. “Peran Apoteker sangat penting, standby memberikan edukasi bagaimana cara mengunakan antibiotik yang baik dan benar juga mengontrol peredaran antibiotik,” tukasnya.

Dr Siti Nani Nurbaeti berharap melalui penelitian ini bisa menjadi pertimbangan para tim kendali resistensi antibiotik di rumah sakit dan layanan kefarmasian bahwa penggunaan kembali antibiotik generasi lama bisa menjadi salah satu strategi dalam pengendalian resistensi antibiotik.

“Penelitian ini juga diharapkan semua orang bisa lebih bijak dalam menggunakan antibiotik. Uji klinis formulasi partikel Trojan Kloramfenikol dan Tiamfenikol melalui paru-paru harus dilakukan sebagai bukti ilmiah sebelum obat tersebut didaftarkan dan dipasarkan,” pungkasnya.

(Kurniadi)

Related Posts