Untan, UMP dan UPB Pontianak Sukses Adakan Joint Summer Program 2019

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Kegiatan Joint Summer Program 2019 yang diadakan oleh konsorsium perguruan tinggi di Pontianak yaitu Universitas Tanjungpura (Untan), Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) dan Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak melibatkan 18 mahasiswa dari Taiwan, Malaysia, China serta 15 mahasiswa dalam negeri telah resmi berakhir.

Penutupan dihadiri oleh Wakil Walikota Pontianak, Bahasan, SH, Pejabat Struktural Kota Pontianak, Perwakilan dari kantor Urusan Internasional masing-masing Universitas,  dan Ketua Jurusan Arsitektur Untan sebagi host kegiatan dilaksanakan di Aula Wakil Walikota Kota Pontianak (7/8/2018).

Kegiatan yang mengusung tema Dayaks: Engaging Youth for Sustainable Indiginous Community ini bertujuanmengenalkan dan mempertahankan budaya masyarakat Dayak yang masih ada dan mampu bertahan hingga saat ini. Dari tema tersebut dijabarkan lagi kedalam beberapa topik yaitu 1.Indigenous People, its Culture and Settlement;

  1. Longhouse and Dayak Culture;
  2. Local Wisdom of Dayak Community in West Kalimantan;
  3. Social and Economic Development in Tourism Site;
  4. Ecological Anthropology and Development in Dayak Community.

Panitia dari Jurusan Arsitektur Untan sebagai host berperan sebagai pelaksana kegiatan mengingat beberapa topik yang dibahas berkaitan erat dengan ilmu arsitektur.

Kepala Kantor Urusan Internasional Untan, Dr.techn. Zairin Zain berharap kegiatan ini dapat terlaksana lagi di tahun berikutnya dan semakin banyak mahasiswa luar negeri yang mengikuti Joint Summer Program,  agar Untan, UMP dan UPB Pontianak semakin dikenal masyarakat Internasional. Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini antara lain pihak Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Panca Bakti, Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Kabupaten Landak dan Jurusan Arsitektur Untan sebagai host kegiatan.

Pada akhir kegiatan, para peserta membuat laporan dan menpresentasikannya di depan para reviewer terkait kegiatan . Setiap peserta berhak mendapatkan kredit (3 sks), penilaian dan sertifikat keikutsertaan.

(Rilis/ Agus)

Related Posts