BIG Tandatangani Kerja Sama dengan Pemda Kalbar dan Untan Kelola Informasi Geospasial

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Badan Informasi Geospasial (BIG) melakukan perjanjian kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah  kabupaten / kota di Kalimantan Barat terkait pembangunan simpul jaringan informasi geospasial. Selain itu, BIG juga menandatangani MoU dengan Universitas Tanjungpura berkaitan dengan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi pemanfaatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait informasi geospasial (27/8/2019).

“Sebenarnya yang kita ingin laksanakan sekarang ini adalah connected (terhubung) indonesia, Indonesia ini kan jumlah pulaunya sebanyak 17.504 dan luas sekali, karena terdiri dari pulau-pulau masalah konektivitas ini menjadi penting, nah salah satunya kita ingin menghubungkan indonesia ini dengan simpul-simpul jaringan”, ucap Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG),  Prof. Dr. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc saat melakukan penandatanganan PKS dan MoU bersama Pemda Kalbar dan Untan di Hotel Aston Pontianak.

Prof. Dr. Hasanuddin Z Abidin menjelaskan  Badan Informasi Geospasial akan bekerja sama dengan Untan dalam menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat membaca dan menganalisa data geospasial.

“Insyaallah kita akan bekerja sama dengan Universitas Tanjungpura, Jadi Pemda, Pak Gubernur, Pak Bupati, kalau perlu apa-apa seperti pelatihan atau yang lainnya kita siap membantu, karena bagi kami pribadi saya liat ini SDM, begitu SDM nya maju provinsi nya maju, begitu kabupaten SDM nya maju dia maju”, ungkapnya.

Foto : Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Dr. Hasanuddin Z Abidin memberikan cinderamata kepada Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Prof Garuda Wiko Sh MSi

Ia berharap dengan adanya kerja sama pengelolaan Informasi Geospasial Perjanjian kerja sama BIG dan Pemda di Kalbar serta MoU BIG dengan Untan  dapat mendukung kemajuan pembangunan daerah Kalimantan Barat.

Prof. Dr. Hasanuddin Z Abidin mengutarakan bahwa semua provinsi termasuk Kalimantan Barat sudah terkoneksi, namun dari 514 Kabupaten dan Kota yang ada belum sampai 50 yang terkoneksi, sedangkan perguruan tinggi baru 20 yang terkoneksi.

Terkait pengelolaan informasi geospasial secara nasional, Prof Hasanuddin juga menyebut Presiden Jokowi juga sudah menandatangani Perpres Satu Data Indonesia, yang didalamnya seluruh data statistic terintegrasi  seperti data geospasial data keuangan negara.

(Agus Supriadi)

Related Posts