Mahasiswa Jurusan Arsitektur Untan Ikuti Internasional Workshop National Taitung University, Taiwan

Thetanjungpuratimes.com- Mahasiswa dan dosen dari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (FT Untan) telah mengikuti The 2019 International Workshop on Cultural Heritage, Community Empowerment and Sustainable Management of the Austronesian Peoples yang diselenggarakan oleh Center of Austronesian Culture National Taitung University, Taiwan pada 9-14 Oktober 2019.

Pembukaan kegiatan dilakukan pada tanggal 9 Oktober 2019 oleh Prof. Dr. Bien Chiang (Direktur center of Austronesian Culture at the National Taitung University and Associate Researcher at Academia Sinica’s Institute of Ethnology).

Kegiatan workshop ini diikuti oleh peserta sejumlah 33 orang masing masing dari: 9 orang dari National Taitung University (Taiwan), 2 orang dari National Dong Hwa University (Taiwan), 2 orang dari Chang Jung Christian University (Taiwan), 1 orang dari Timur Ethnic Experimental School (Taiwan), 1 orang dari Beinan Township Office (Taiwan), 1 orang dari Into Borneo (Malaysia); 6 orang dari Universiti Malaysia Sarawak (Malaysia), dan 8 orang dari Universitas Tanjungpura (Indonesia). Universitas Tanjungpura mengirim Dania Al-Yakoob, Janice Zaneta Tjong, Michael Vica Tendiono, Gian Vicky Aristo Sinaga, Galuh Rizka Fitri Nobela, Lestari, Emilya Kalsum dan Mifta Rahman (observer dari KUI).

Dalam kesempatan ini, Gian Vicky Arsito Sinaga menyampaikan bahwa materi diberikan oleh beberapa pembicara dari Taiwan, Malaysia dan Indonesia dalam kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 9 – 14 Oktober 2019. “Introduction of Taiwan History” yang diberikan oleh Kai-Shi Lim dan “Introduction of the Indigenous People of Taiwan oleh Chang-Kuo Tan. “Societies and Cultures of the Austronesian Peoples” “Community Development and Community Empowerment” oleh Futuru Tsai; “Organic agriculture and community supported agriculture” oleh Eric Siu-Kei Cheng; “Ecological Anthropology and Indigenous Knowledge” oleh Ching- Hsiu Lin; “Fort and its people : Social History and Collective Memory of Local Communities in Sarawak” yang oleh Elena Gregoria dari Malaysia; “Cultural Heritage, Tourism and Community Subjectivity” oleh Prof. Bien Chiang; dan Cultural heritage In Indonesia: regulation and Implementation oleh Zairin Zain.

Pada kegiatan ini juga dilakukan kunjungan ke desa wisata, desa A’tolan untuk melakukan interaksi dengan suku Amis dan menikmati obyek wisata di lokasi tersebut. Pada kesempatan lain juga peserta melakukan pendakian gunung menuju lokasi rumah adat suku Bunun, yaitu “Slate House”. Slate house ini merupakan bangunan yang di rekonstruksi rumah yang didiami oleh suku Bunun. Lokasi tersebut merupakan daerah konservasi yang saat ini tidak dizinkan oleh pemerintah setempat untuk didiami oleh penduduk lokal.

Related Posts