OJK Kalbar Edukasi Wartawan Sebarkan Informasi terkait Investasi Legal dan Bodong ke Masyarakat

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat (OJK Kalbar) sebagai Lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya mengadakan edukasi terkait informasi investasi keuangan kepada wartawan dan wartawati Pontianak.

Kepala OJK Kalbar, Mochamad Riezky Fajar Purnomo mengatakan edukasi bagi wartawan ini diharapkan bisa menjadi penyambung informasi kepada masyarakat untuk dapat membedakan  investasi keuangan yang legal dan ilegal .

“ Kami ingin penyebaran informasi ini bisa menambah literasi dari masyarakat Kalimantan barat, karena teman-teman wartawan ini kan merupakan bagian terdepan, karena mempunyai masa, mempunyai perangkat untuk menyebarluaskan informasi, informasi-informasi ini yang kami harapkan bisa meningkatkan literasi sehingga masyarakat itu menjadi tau mengenai produk-produk industri keuangan, pola-pola investasi atau juga produk-produk financial Technology (Fintech) yang sekarang ini semakin marak” ungkapnya di Hotel Mercure Pontianak (27/11/2019).

Foto : Peserta edukasi wartawan yang diselenggarakan oleh OJK Kalbar

Ia menyampaikan saat ini kesadaran masyarakat Kalimantan barat dalam membaca informasi jasa keuangan masih hanya sekitar tiga puluh persen. Penyebaran informasi dari media berita terkait investasi keuangan diharapkan dapat meningkat kesadaran untuk lebih banyak membaca terkait investasi keuangan masyarakat  sehingga tidak mudah tertipu dengan investasi bodong.

“ Jangan sampai masyarakat terpengaruh oleh investasi yang bodong karena mereka menjanjikan investasi yang sangat besar  sehingga masyarakat jadi tertarik, kami berharap dengan adanya pertemuan ini atau acara ini informasi ini bisa tersebar luas sehingga masyarakat lebih tau investasi yang mana harusnya mereka bisa mengambil bagian investasi yang legal dan logis” tuturnya.

Mochamad Riezky Fajar Purnomo mengatakan Investasi bodong di Kalimantan Barat seperti Save Our Trade (SOT) dan yang paling terbaru yaitu PT Kopral Digital Khatulistiwa yang diperkirakan telah membuat kerugian masyarakat sekitar 96 Milyar.

(Agus)

Related Posts