Pandemi Virus Corona, Apa itu Virus ?

virus

Sejak akhir tahun 2019, dunia dihebohkan dengan munculnya penyakit yang disebabkan virus baru corona yang telah membuat lebih dari satu juta manusia terinfeksi dan menyebabkan kematian tembus 10 Ribu orang. Di Indonesia sendiri sudah hampir mendekati angka 3.000 orang yang terinfeksi virus corona dan 240 orang meninggal dunia.

Penyakit virus tersebut telah disepakati WHO yaitu disebut Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Virus ini muncul pertama kali di Wuhan, China.  Virus ini sudah menyebar ke banyak negara termasuk Indonesia . Awalnya penyebaran virus ini diduga melalui hewan dan menular dengan cepat dari manusia ke manusia

Lalu apa virus itu sebenarnya? Mari kita bahas.

Secara umum, virus sulit diklasifikasi menurut taksonomi normal. Banyak perdebatan terjadi untuk menentukan apakah virus termasuk makhluk hidup atau bukan. Virus tidak bereproduksi atau berkembang biak secara independen dan juga tidak dapat membuat protein atau menghasilkan energi secara mandiri. Definisi paling sederhana ialah sejumlah materi genetik yang relatif kecil yang dikelilingi oleh selubung protein. Sebagian besar virus hanya mempunyai satu jenis asam nukleat, baik itu DNA ataupun RNA. Tergantung pada virusnya, asam nukleat dapat berupa untai tunggal atau ganda.

Sebenarnya, seberapa penting nya sih virus sampai harus dibahas?

Virus menjadi sangat penting karena virus dikenal akibat penyakit yang ditimbulkannya. Virus adalah bakteri patogen, tanaman, dan hewan. Beberapa virus terkenal juga mematikan seperti virus Ebola yang beraksi cepat dan memiliki tingkat kematian lebih dari 85% dan bekerja atau bereaksi lambat namun sama mematikannya adalah  HIV yang dapat menyebabkan AIDS. Virus yang lain hanya mengganggu dan dapat diatasi.

Bagaimana wujud struktur virus ?

Virus merupakan partikel yang sangat kecil yang terdiri atas asam nukleat dan protein. Seluruh partikel virus disebut dengan Virion. Ditengah virion tersebut adalah asam nukleat. Disekitar asam nukleat terdapat kapsid yang merupakan mantel protein.

virusKombinasi atau campuran asam nukleat dan kapsid disebut dengan nukleokapsid dan pada beberapa virus memiliki jumlah protein yang banyak yang digunakan untuk membantu virus menempel pada inang.

Bagaimana siklus hidup dari virus ?

Sebagian besar virus tidak dapat bertahan hidup lama di luar sel, sehingga virus harus dengan cepat mendapatkan akses masuk ke sel. Terdapat beberapa cara atau mekanisme untuk masuk ke sel dan telah menjadi fokus utama bidang farmasi untuk mencegah akses masuk tersebut dengan mencoba mengembangkan obat antivirus.

apa itu virus

Virus berikatan dengan membran sel dan melepaskan DNA nya ke dalam sel. DNA lalu direplikasi oleh inang DNA polimerase dan ditranskripsi kan oleh ina RNA polimerase. Transkripsi dan hasil bacaan atau terjemahan dari mRNA mengarah ke protein lapisan kapsid. Virion baru diproduksi dan dilepaskan dari sel yang disebut dengan jalur litik. Akan tetapi, virus tidak selalu melisiskan sel inang. Proses secara terpisah yang disebut lysogeny melibatkan penggabungan DNA virus ke dalam kromosom inang. Contohnya adalah kasus virus Simian 40 (SV40).

struktur virus

Sistem kekebalan tubuh yang baik dapat meminimalisir terjangkitnya virus.

Lalu, Bagaimana cara kerja sistem imun kita ?

Sistem kekebalan merupakan istilah umum yang digunakan untuk banyak proses seluler dan enzimatik yang memungkinkan organisme mempertahankan diri dari serangan virus, bakteri, dan parasit lainnya. Semua vertebrata memiliki sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh memiliki ciri yang khas yaitu kemampuaannya untuk membedakan diri dari yang bukan diri (membedakan sistem imum atau bukan ). Kemampuan ini dapat memungkinkan sel-sel dan molekul yang bertanggung kawab untuk kekebalan  mengenali dan menghancurkan patogen (seperti virus) ketika menyerang tubuh atau pun sel diri sendiri ketika sel tersebut menjadi kanker. Karena penyakit yang menular dapat berakibat fatal pada penderita.

Terdapat dua aspek penting dalam proses imunitas yaitu yang beroperasi pada tingkat seluler dan yang beroperasi pada tingkat molekuler. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan apakah sistem kekebalan tubuh dapat diperoleh atau memang selalu ada. Komponene utama dari sistem kekebalan tubuh ini adalah sel darah putih atau leukosit. Sama seperti sel darah yang muncul dari prekursor umum di sumsum tulang. Sel darah putih dapat meninggalkan pembuluh darah dan bersikulasi dalam sistem limfatik. Jaringan limfoid memerankan peran penting dalam kerja sistem kekebatan tubuh.

Dalam situasi seperti ini, perlu adanya kesadaran dari diri kita untuk menjaga kesehatan, kebugaran dan kebersihan tubuh dan lingkungan. Jangan lupa berdoa kepada sang pencipta sebagai salah satu upaya.

Please safe and take care.

Penulis : Riski Widya Saputri, Mahasiswi Prodi Kimia FMIPA Untan

Related Posts