Pentingnya Sistem Kekebalan Tubuh Manusia Hadapi Serangan Virus

kekebalan tubuh

Virus Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini sangat cepat menular dibeberapa wilayah cina dan negara-negara lain nya termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri telah terjadi banyak kasus positif dimana rata-rata gejala awal infeksi  COVID-19 bisa berupa gejala flu, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala bias semakin berat, pasien bisa mengalam demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Masa inkubasi dari Covid-19 belum diketahui secra pasti. Namum, rata-rata gejala yang timbul akan terjadi 2-14 hari setelah virus masuk kedalam tubuh.

Untuk menjaga agar kita tidak terkena Covid-19 dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah  satu nya dengan memelihara daya tahan tubuh agar tetap dalam keadaan sehat.

Lalu, sebenarnya apa itu sistem kekebalan tubuh ?

Sistem imunitas didesain untuk mengenal dan menghancurkan benda asing yang masuk kedalam tubuh manusia termasuk patogen. Sistem imunitas yang ada dalam tubuh manusia merespon masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh manusia melalui mekanisme yang sangat rumit dan komplek. Sistem imunitas ini mengenal molekul (antigen) yang unik dari bakteri atau virus yang merangsang timbulnya antibodi (sejenis protein) dan sejenis sel darah putih yang disebut limfosit. Limfosit ini menandai antigen yang masuk dan kemudian menghancurkannya.

kekebalan tubuh

Bagaimana cara sistem imun bekerja ?

Terdapat beberapa aspek penting dalam proses imunitas, dua diantaranya adalah aspek yang beroperasi pada tingkat molekuler dan yang beroperasi pada tingkat seluler. Komponene utama dari sistem kekebalan tubuh ialah kelas sel yang biasa disebut leukosit atau sel darah putih. Sama sepertti sel darah yang muncul dai sel prekursor umum di sumsum tulang. Sel darah putih tidak seperti sel darah lain, sel darah putih dapat meninggalkan pembuluh darah dan bersikulasi dalam jaringan limfoid seperti kelenjar getah bening, limpa, dan terutama kelenjar timus, dapat memainkan peran cukup penting dalam kerja sistem kekebalan tubuh.

Adakah kekebalan dalam tubuh yang sudah menjadi bawaan ? jawabannya ada.

Garis terdepan pertahanan ketika seseorang mempertimbangkan jumlah bakteri, virus, parasit dan racun dalam jumlah yang sangat besar dan yang harus dihadapi tubuh kita. Herannya kita tidak terus-terusan akan sakit. Hal ini karena ada nya beberapa senjata pertahanan kekebalan tubuh diantaranya ada sel T dan antibodi. Kita akan mengetahui bila kita sakit setelah banyak patogen berhasil mengalahkan pertahanan garis terdepan atau kekebalan bawaan. Kekebalan bawaan ini memiliki beberapa bagian. Ada yang termasuk kedalam hambatan fisik seperti kulit, lendir dan air mata. Hambatan fisik akan bekerja sebagai penetrasi oleh patogen dan memerlukan sel khusus untuk melawan patogen. Akan tetapi, jika semua patogen yang menyerang baik itu bakteri, virus, maupun parasit telah menembus lapisan pertahanan luar atau hambatan fisik maka yang akan bekerja selanjutnya adalah sistem kekebalan bawaan.

Sel-sel dari sistem kekebalan tubuh bawaan adalah sel dendritik, magrofag dan pembunuh alami (NK).

Selain kekebalan bawaan, tentunya kita juga perlu memperkuat daya tahan tubuh dengan asupan yang dapat memperkuat daya tahan tubuh.

Lalu apa maksud dengan kekebalan yang diperoleh ? mari kita ulas sedikit.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa terdapat dua aspek penting dalam kekebalan tubuh yaitu yang diperoleh pada tingkat seluler dan molekuler. Mari kita bahas sedikit mengenai aspek seluler.

Kekebalan pada tingkat seluler ini memiliki dua jenis limposit yaitu sel T dan sel B. Sel T dapat berkembang terutama dikelenjar timus dan sel B berkembang terutama disumsum tulang. Sebagian besar aspek seluler dari imunitas yang didapat adalah sel T, sedangkan sebagian besar aspek molekuler tergantung pada aktivitas sel B.

kekebalaan tbuh 2

Lalu, apa yang dilakukan sel T dan sel B ?

Sel T memiliki beberapa fungsi. Saat sel T berdiferensiasi, masing-masing menjadi terspesialisasi untuk salah satu fungsi ynag mungkin terjadi. Kemungkinan pertama ialah sel T membunuh yang melibatkan reseptor sel T (TCR) pada permukaan yang mengenali dan berikatan dengan antigen, zat asing yang dapat memicu respon imun. Antigen di berikan ke sel T oleh sel antigen-presenting (APC) seperti makrofag dan sel dendrit. APC menyerap dan memproses antigen, kemudian memberikannya ke sel T.

kekebalan tubuh 3 kekebalan tubuh 4

Dari pembahasan diatas, kita mengetahui bahwa kekebalan tubuh bukan hanya sistem kekebalan bawaan namun juga ada nama nya sistem kekebalan yang diperoleh atau yang didapat dari asupan sehari hari.  Pada situasi dan kondisi seperti ini perlu bagi kita untuk menjaga daya tahan tubuh dengan berbagai cara salah satu nya dengan makan yang sehat, bersih, bergizi dan teratur. Karena virus akan susah menrusak sistem kekebalan tubuh bila sitem kekebalan tubuh kita bagus. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan diri karena virus tidak terlebih dahulu masuk dalam tubuh namun berhenti disitem hambat fisik terlebih dahulu.

Stay healty and take care.

Penulis : Ricky Maulan Ardiansyah, Mahasiswa Prodi Kimia FMIPA Untan

Related Posts