Pendampingan Pembuatan Hand Sanitizer Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat Tim Prodi Farmasi FK Untan

Pendampingan Pembuatan Hand Sanitizer Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat Tim Prodi Farmasi FK Untan

Pandemi Covid19 yang terjadi sempat menyebabkan kelangkaan hand sanitizer dipasaran, hal ini membuat resah masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Hand sanitizer digunakan untuk menjaga kebersihan tangan sehingga meminimalisir penularan virus dan bakteri. Pemakaian yang efektif dan efisien menjadi daya tarik utama dari hand sanitizer, selain itu hand sanitizer dapat membunuh kuman dalam waktu relatif cepat. Namun saat ini jumlah hand sanitizer di pasaran sangat terbatas dan harganya mahal dibandingkan sebelum terjadi pandemi Covid 19. Inilah alasan sebagian masyarakat akhirnya memilih memproduksi hand sanitizer sendiri. Akan tetapi kurangnya pemahaman masyarakat dalam memproduksi hand sanitizer yang memenuhi standar menyebabkan terjadi kesalahan-kesalahan sehingga masyarakat perlu mendapatkan informasi tentang cara pembuatan hand sanitizer yang tepat. Jika hand sanitizer tidak diproduksi dengan komposisi yang tepat maka efektivitas hand sanitizer dalam mebunuh bakteri dan virus akan berkurang.

Hal ini yang menjadi alasan tim dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura akan melakukan pendampingan pembuatan hand sanitizer. Pada awalnya pendampingan ini akan dilakukan kepada siswa-siswa jurusan IPA di SMA Negeri 4 Pontianak. Namun, kebijakan Pemerintah dalam menekan angka penularan Covid 19 yang meliburkan sekolah-sekolah menyebabkan sasaran pelaksanaan menjadi berubah. Atas masukkan ibu Neneng Riana Sari, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 4 Pontianak sekaligus Ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kimia Kota Pontianak, pendampingan ini akan dilakukan kepada guru-guru kimia sekolah menengah atas di kota Pontianak untuk nanti dapat diajarkan kepada murid-murid disetiap sekolah.

Kegiatan pendampingan pembuatan hand sanitizer dilaksanakan pada hari Jumat 14 Agustus 2020 dengan peserta guru-guru kimia SMA di kota Pontianak sebagai anggota MGMP Kimia Kota Pontianak. Acara dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi, dimana peserta dilengkapi dengan masker, face shield dan sarung tangan.

 

Acara dibuka oleh ibu Dr. Isnindar, M.Sc., Apt. dengan memaparkan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh tim dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN sebagai salah satu bentuk pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang bahan-bahan kimia yang berfungsi sebagai antiseptik dan desinfektan yang disampaikan oleh ibu Rise Desnita, M.Si., Apt. Materi ini memaparkan perbedaan fungsi bahan-bahan yang bisa berfungsi sebagai antiseptik yaitu menghambat pertumbuhan mikroorganisme di jaringan hidup seperti sabun mandi, cairan kumur,  hand sanitizer dan mana bahan kimia yang berfungsi sebagai desinfektan yaitu menghambat pertumbuhan mikroorganisme dipermukaan benda mati seperti pembersih lantai, cairan pembersih kaca, dan larutan pemutih pakaian. Materi  kedua dipaparkan oleh ibu Sri Luliana, M.Farm., Apt. tentang pemanfaatan bahan alam sebagai bahan alternatif dalam pembuatan hand sanitizer. Beberapa tanaman yang memiliki kemampuan daya hambat terhadap bakteri bisa digunakan sebagai zat aktif maupun zat tambahan di dalam produksi hand sanitizer seperti tanaman sirih, lidah buaya, jeruk lemon, daun kemangi, dan daun pandan. Materi ketiga dibawakan oleh ibu Desy Siska Anastasia, M.Si., Apt. tentang bahan dan spesifikasi yang sesuai untuk pembutan hand sanitizer. Seperti jenis alkohol yang aman digunakan untuk hand sanitizer adalah etanol dan iso propanol, sedangkan penggunaan metanol tidak disarankan karena sangat berbahaya baik setelah paparan secara oral, terhirup pernafasan dan juga kulit. Pemateri juga memaparkan alternatif bahan humektan sebagai penjaga kelembaban kulit pada pemakaian hand sanitizer yaitu gliserin, propilen glikol dan sorbitol, serta jenis pengaroma yang sesuai dan aman untuk hand sanitizer.

 

Diakhir acara dilakukan praktek bersama di Laboratorium Kimia tentang cara pembuatan hand sanitizer yang benar. Semua peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan melakukan praktek pembuatan hand sanitizer dengan berbagai aroma. Peserta sangat antusias dan dapat memahami setiap tahapan pendampingan dengan baik. Masukkan dari peserta agar kegiatan seperti ini dibuat secara berkesinambungan dan bisa bekerja sama lagi dengan MGMP Kimia Kota Pontianak.

Related Posts