Pengabdian Kepada Masyarakat, Dosen Prodi Farmasi Berikan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer dari Getah Pelepah Pisang

Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Prodi Farmasi Berikan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer dari Getah Pelepah Pisang

Kebutuhan handsanitizer mulai terjadi peningkatan sejak terjadinya peningkatan kasus wabah penyakit Corona virus disease (Covid-19) di Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Barat khususnya. Berdasarkan pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi yang diterbitkan oleh Badan Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) tahun 2020 bahwa langkah pencegahan standar untuk mencegah terjadinya infeksi, salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan tangan. Kebersihan tangan dapat dilakukan dengan cara pemberian sabun dengan dicuci menggunakan air mengalir selama 40-60 detik dan dikeringkan dengan tisu sekali pakai. Cara lain yang dapat digunakan jika jauh dari sumber air, yaitu dengan cara menggunakan pembersih tangan berbahan alkohol atau dikenal handsanitizer. Kelangkaan alkohol dan tingginya harga alkohol karena permintaan yang tinggi di pasar pada saat wabah Covid-19, sehingga diperlukan inovasi handsanitizer alami yang memiliki kemampuan yang sama dengan handsanitizer konvensional.

Handsanitizer alami yang dapat dikembangkan terbuat dari getah pelepah pisang. Pemilihan getah pelepah pisang sebagai bahan untuk pembuatan handsanitizer karena memiliki kandungan senyawa polifenol yang tinggi. Pelepah pisang diketahui mengandung tiga zat sebagai antibakteri, yaitu saponin, flavonoid, dan asam askorbat (Ariningsih, dkk 2015). Kandungan saponin dan tanin pada pelepah pisang diketahui dapat dijadikan sebagai zat antiseptik alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat zona hambat pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% (Fadhilah. 2017).  Artinya, semakin tinggi konsentrasi getah pelepah pisang yang digunakan maka semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk. Dengan demikian, getah pelepah pisang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococccus aureus (Syamsuddin, 2018).

Besarnya kandungan dari getah pelepah pisang inilah yang mendorong Tim pelaksana PKM yang diketuai oleh Dr. Nurmainah, MM., Apt dari Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura untuk mengajak masyarakat Parit Tembakul Dusun Cempaka Putih Desa Punggur Kecil mengolah getah pelepah pisang menjadi produk handsanitizer alami. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 16 Agustus 2020.

Desa ini menjadi sasaran pelaksaan PKM karena masih banyak tersedia pohon pisang di kawasan tersebut. Disisi lain, pemanfaatan pelepah pisang  oleh masyarakat selama ini hanya sebatas sebagai tungku masak dan tali pengikat ranting kayu atau sayuran yang dipanen dari kebun. “Pembuatan handsanitizer dari bahan alam ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain biaya produksinya  relatif lebih murah, mudah, dan menghemat pengeluaran dibandingkan produksi handsanitizer yang mengandung alkohol,” ujar Nurmainah. Selain itu, “handsanitizer tersebut ketika disemprotkan ke tangan dirasakan tangan menjadi lebih segar dan lembut, kulit tangan tidak menjadi kering, serta aman digunakan untuk anak-anak,” imbuh Yaya salah satu peserta kegiatan PKM. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan handsanitizer dari getah pelepah pisang tidak hanya berfungsi sebagai antiseptik, tetapi memberikan efek estetika yang baik pada kulit tangan.

Related Posts