BPH Migas Teken MoU dengan Untan Terkait Pengembangan Hilir Migas

bph migas mou dengan untan sinergi sektor hilir migas 1 169

Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Nota kesepahaman ini berisi tentang pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hilir minyak dan gas bumi.

MoU ditandatangani oleh Kepala BPH Migas Dr. Ir M. Fanshurullah Asa dan Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak Prof. Dr. Garuda Wiko di Gedung BPH Migas, Jakarta, Rabu (31/3). Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa menerangkan sektor hilir migas mencakup pengolahan, pengangkutan penyimpanan dan niaga. Adapun BPH memiliki tiga tugas dan fungsi (tusi) di sektor BBM dan tiga tusi di gas bumi.

“6 inilah peluang yang bisa disinergikan, MoU BPH Migas dengan kampus, konsep akademis, bisnis, governance dan civil society (penta helix), bersinergi membangun bangsa dengan ide-ide besar,” jelas Ifan, sapaan akrab Kepala BPH Migas.

Ifan menambahkan selanjutnya kedua pihak akan mengidentifikasi potensi yang bisa dikerjasamakan antara Untan dengan BPH Migas.

“Contohnya di sektor BBM, di Siantan ada Depot Pertamina di pinggir sungai, masuk dari muara laut perlu beberapa jam dan mesti dipindahkan ke kapal kecil karena sedimentasi. Hal ini memerlukan biaya tambahan. Ini perlu dilakukan kajian apakah perlu pemindahan Depot dari Siantan ke Pelabuhan Kijing, sehingga terintegrasi.” urai Ifan

Di Kalbar, lanjut Ifan, ada sekitar 50an Badan Usaha BBM yang beropeasi. Selain itu, banyak usaha pengolahan batubara, sawit, bauksit, bijih besi dan lain-lain. Untuk memenuhi kebutuhan energi, BPH Migas dan Untan dapat mengkaji berapa besar kebutuhan BBM di Kalbar, serta kajian pembuatan kilang mini produksi B30, 50 atau bahkan 100 yang diolah dari sawit.

Di Bidang Gas Bumi, Ifan menyampaikan Pembangunan Pipa Trans Kalimantan sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 18 tahun 2020 telah menjadi proyek prioritas strategis pada RPJMN 2020-2024. BPH Migas sudah menggelar FGD di empat provinsi di Kalimantan.

foto MoU BPH Migas dan Untan

Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Prof. Dr. H. Garuda Wiko menjabarkan Untan memiliki sekitar 35.000 mahasiswa aktif, sedangkan jika diakumulasi dengan mahasiswa yang cuti jumlahnya mencapai 40.000 an.

Menurut Wiko, gagasan Kepala BPH Migas menyangkut keadilan kewilayahan dan kedaulatan energi terutama untuk Kalimantan yang telah memberikan banyak kontribusi energi dan penerimaan negara merupakan hal menarik. Ia mengulas, pembangunan Terminal Kijing dan smelter alumina akan membawa perubahan yang signifikan bagi Kalbar, khususnya dalam hal perkembangan ekonomi.

“Tentu, Untan bersyukur dan bangga bisa turut serta penyiapan SDM yang relevan dengan lingkup Hilir Migas,” ungkap Wiko

Sebagai informasi, nota kesepahaman antara BPH yang berlaku selama tahun tahun ini meliputi 9 ruang lingkup, antara lain.

  1. Penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  2. Penyelenggaraan kolaborasi riset, kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar, dan lokakarya di bidang minyak dan gas bumi.
  3. Peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi.
  4. Penempatan tenaga ahli sebagai tenaga konsultan atau “part-time”.
  5. Pertukaran informasi dan data ilmiah.
  6. Penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan fasilitas lain yang dimiliki oleh para pihak.
  7. Penyediaan fasilitas dan dana yang diperlukan dalam kerja sama.
  8. Pengembangan inovasi dan pengembangan usaha.
  9. Kegiatan lain yang disepakati para pihak.

 

Related Posts