Dosen Prodi Farmasi FK UNTAN Gelar Pelatihan Pembuatan Jamu Instan dan Meniran

Dosen Prodi Farmasi FK UNTAN Gelar Pelatihan Pembuatan Jamu Instan dan Meniran

Dosen Prodi Farmasi FK UNTAN melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi pada hari sabtu tanggal 21 Agustus 2021, di Desa sungai Pangkalan 1 merupakan sebuah desa yang terletak di daerah pesisir pantai di kecamatan sungai raya kabupaten bengkayang.

Desa ini berjarak kurang lebih 105 km dari kota Pontianak. Penduduk desa ini mayoritas suku melayu, selain itu juga ada suku jawa, bugis, cina dan suku lainnya. Sebagian besar penduduk setempat bekerja sebagai petani dan nelayan. Kehidupan sosial di desa ini tergolong cukup baik tetapi desa ini tidak memiliki fasilitas kesehatan. Jika ada warga yang sakit mereka harus membawanya ke puskesmas yang terletak di kecamatan atau membawa ke rumah sakit di kota mempawah atau kota singkawang yang jaraknya cukup jauh dari desa. Oleh karena itu banyak penduduk yang mengandalkan ramuan-ramuan tradisional yang di ambil dari hutan di sekitar desa atau yang ditanam sendiri. Pengolahan ramuan-ramuan tersebut masih sangat sederhana yaitu dengan cara dilayur sebelum ditempel pada bagian yang sakit, direbus sebelum diminum atau dikonsumsi. Pengolahan yang tidak praktis tersebut menyebabkan penduduk tidak teratur mengkonsumsi obat tersebut. Kondisi lain fasilitas untuk membeli obat seperti apotek atau toko obat tidak ada dan harus menempuh perjalanan cukup jauh ke kecamatan sehingga membuat masyarakat mengabaikan kondisi kesehatan mereka.

Pengembangan minuman herbal dari segi pengemasan sangat dibutuhkan agar memberi kemudahan bagi konsumen. Minuman herbal dalam bentuk cairan atau ready to drink dapat dikemas dengan lebih praktis dalam bentuk serbuk instan. Minuman instan adalah produk olahan pangan siap saji berbentuk serbuk, mudah larut dalam air, praktis dalam penyajian dan memiliki daya simpan yang lama. Terdapat faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan minuman instan, seperti pemilihan bahan, teknik pemasakan, dan proses pengkristalan (Firdausni, et al., 2011).

Dosen Prodi Farmasi FK UNTAN Gelar Pelatihan Pembuatan Jamu Instan dan Meniran

Mitra program pengabdian ini bekerjasama dengan ketua PKK yang bernama Ibu Sulhati. Sebagai tim penggerak PKK ibu Sulhati mempunyai karakter yang ramah, supel dan mampu menggerakan penduduk setempat terutama dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan, salah satu contoh kegiatan yang sudah pernah dilaksanakan adalah peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan strategi meningkatkan daya saing produk dalam mendukung pembentukan warung koperasi dan UKM. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan Ketua Pengusul dan tim PKM untuk melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sungai Pangkalan 1 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang. selain memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan produk jamu serbuk instan yang langsung dapat dimanfaatkan oleh peserta pelatihan, Tim pengusul juga berharap bahwa produk yang dihasilkan juga memberikan nilai jual guna meningkatkan perekonomian penduduk setempat. Produk jamu bisa dipasarkan melalui warung koperasi atau UKM.

Dosen Prodi Farmasi FK UNTAN Gelar Pelatihan Pembuatan Jamu Instan dan Meniran

Sungai Pangkalan I merupakan desa yang kaya akan berbagai tanaman yang berkhasiat obat namun masih belum termanfaatkan secara optimal. Masyarakat setempat masih mengelola tanaman obat dalam bentuk sederhana yaitu dengan cara daun dilayur kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit, menggodok tanaman segar atau yang sudah dikeringkan dengan menggunakan air tanpa pemanis sehingga dampak yang dihasilkan memberikan produk  jamu dengan rasa dan aroma yang kurang enak, selain itu produk tidak praktis dan tidak tahan lama dari segi penyimpanan.

Hal tersebut dikarenakan keterbatasan informasi sehingga penduduk setempat belum mengetahui dan memiliki keterampilan mengolah tanaman obat atau rempah-rempah tersebut menjadi produk yang lebih awet dan berkhasiat. Permasalahan pengolahan tanaman obat dan rempah-rempah menjadi produk instan yang lebih awet dan berkhasiat oleh masyarakat di Desa sungai pangkalan 1 ini dapat diatasi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Farmasi Universitas Tanjungpura seperti pelatihan dan pendampingan proses pengolahan tanaman obat dan rempah-rempah menjadi produk instan.

Adapuun solusi yang ditawarkan dan target luaran kegiatan PKM kepada mitra disajikan dalam tabel berikut:

No. Solusi yang ditawarkan Target luaran
1. Memberikan pelatihan kepada mitra berupa informasi dan pengetahuan terkait proses pengolahan tanaman obat atau rempah-rempah untuk menghasilkan produk jamu serbuk instan dalam hal ini tanaman yang digunakan adalah kombinasi jahe dan meniran Peserta mengetahui dan memahami produk jamu yang praktis dalam penyajian, dengan rasa dan aroma yang enak serta tahan lama pada penyimpanan

Peserta mengetahui dan mampu memahami bagaimana alur pembuatan produk jamu serbuk instan jahe dan meniran

2. Mengaplikasikan hasil pelatihan sebelumnya dengan melakukan pendampingan kepada mitra terkait pembuatan produk jamu serbuk instan kombinasi jahe dan meniran dengan formula yang sesuai dan teknik pengolahan pembuatan jamu. Peserta mampu membuat produk jamu serbuk instan jahe dan meniran sesuai dengan formula dengan teknik pengolahan pembuatan jamu yang benar

Peserta mampu memproduksi produk jamu serbuk instan jahe dan meniran yang memiliki nilai jual untuk dikembangkan ke usaha rumah tangga.

3. Menyebarkan lembar kuisioner kepada peserta pelatihan sebelum dan sesudah kegiatan. Adapun lembar kuisioner berupa pertanyaan-pertanyaan terkait pemahaman terhadap produk jamu. Tingkat keberhasilan kegiatan PKM terhadap pemahaman pengetahuan peserta dalam mengetahui, memahami, dan mampu membuat produk jamu serbuk instan dapat dilihat dari nilai persentasi yang dihasilkan dari lembar kuisioner. Harapan Tim pengusul bahwa setelah pelatihan dan pendampingan pembuatan produk jamu, persentasi yang dihasilkan meningkat dari sebelumnya. Keberhasilan kegiatan akan terukur secara kuantitatif

 

Tim pengusul merupakan dosen farmasi dengan bidang peminatan biologi farmasi yang telah banyak berkecimpung dalam penelitian obat bahan alam. Tim terdiri dari ketua Ibu Sri Luliana, M.Farm.,Apt. dan Dr. Isnindar, S.Si.,M.Sc.,Apt. sebagai anggota serta melibatkan beberapa mahasiswa yaitu Lisdea Novita Sari (NIM.I1021171082) dan Ricky Midi Chandra ((I1021171053). Peserta kegiatan pelatihan jamu instan yang hadir adalah ibu-ibu dari PKK RT, S.PKL 1, POKJA 1, POKJA IV, KTPJ III, staf desa, sekretaris desa, bendahara desa dan masyarakat setempat.

Dari hasil kegiatan pelatihan kepada mitra menunjukan bahwa Peserta mengetahui dan memahami produk jamu yang praktis dalam penyajian, dengan rasa dan aroma yang enak serta tahan lama pada penyimpanan. Selain itu Peserta mengetahui dan mampu memahami bagaimana alur pembuatan produk jamu serbuk instan jahe dan meniran.

Selanjutnya hasil pelatihan diaplikasikan dengan melakukan pendampingan kepada mitra terkait pembuatan produk jamu serbuk instan kombinasi jahe dan meniran dengan formula yang sesuai dan teknik pengolahan pembuatan jamu. Hasil kegiatan yang diperoleh menunjukkan Peserta mampu membuat produk jamu serbuk instan jahe dan meniran sesuai dengan formula dengan teknik pengolahan pembuatan jamu yang benar. Selain itu peserta mampu memproduksi produk jamu serbuk instan jahe dan meniran yang memiliki nilai jual untuk dikembangkan ke usaha rumah tangga.

Hasil kuisioner yang disebarkan kepada peserta kegiatan menunjukkan hasil prosentase indeks kepuasan rata-rata yaitu sangat baik sekali 61.01%, sangat baik 37.37%, baik 5.21%, cukup 2.10% dan kurang 0%.

Dosen Prodi Farmasi FK UNTAN Gelar Pelatihan Pembuatan Jamu Instan dan Meniran

Related Posts