Dosen Farmasi FK UNTAN Gelar Webinar Penggunaan Multivitamin dan Suplemen yang Rasional pada Anak

webinar farmasi untan

Penggunaan suplemen dan multivitamin pada anak dapat dikatakan lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa, hal ini dibuktikan dengan banyaknya produk yang beredar dan gencarnya periklanan. Masalah pemenuhan gizi merupakan tugas dan tanggungjawab orang tua terhadap anak, namun penggunaan suplemen dan multivitamin dapat menjadi berlebihan karena pengetahuan dan pemahaman yang belum baik mengenai penggunaannya yang tepat dan rasional. Terlebih dimasa pandemi Covid-19, anak- anak tidak luput dari sasaran penggunaan suplemen dan multivitamin. Penggunaan suplemen dan multivitamin yang berlebihan dapat menyebabkan substansi tersebut terdeposit pada jaringan tubuh terutama vitamin yang tidak larut dalam air. Dampak yang lain adalah, orang tua akan lebih mengandalkan pemberian suplemen dan multivitamin dibandingkan pemberian gizi yang seimbang.

Perlunya edukasi mengenai penggunaan suplemen dan multivitamin pada masyarakat, oleh karena itu salah satu tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan PKM dilakukan secara daring dalam bentuk Webinar dengan tema “Penggunaan Multivitamin dan Suplemen yang Rasional pada Anak” pada tanggal 5 Juni 2021.

Tim PKM yang terdiri dari Bapak M. Akib Yuswar, M. Sc., Apt dan Ibu Eka Kartika Untari, M.Farm., Apt, serta melibatkan dr. Wiwik Windarti, Sp.A sebagai narasumber.

Peserta webinar berjumlah 49 orang yang tidak hanya berasal dari Kota Pontianak, namun juga dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Partisipan webinar adalah kelompok masyarakat yang berpengaruh seperti guru Sekolah Dasar, perawat UKS, hingga orang tua murid yang  diharapkan sebagai ujung tombak edukasi, pemahaman dan kesadaran dalam penggunaan suplemen dan multivitamin.

zoom webinar farmasi untan

Pada akhir kegiatan dilakukan penilaian efektivitas kegiatan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan mengenai materi. Diperoleh sebanyak 66.67% partisipan meningkat pengetahuannya mengenai penggunaan suplemen dan multivitamin yang rasional, tingkat pengetahuan diperoleh 73.53% partisipan berpengetahuan baik, sisafnya 26.47% berpengetahuan sedang. Berdasarkan hasil pengukuran ini dapat dikatakan kegiatan PKM memberikan dampak dalam meningkatkan pengetahuan pada peserta.

Related Posts