Edukasi Tentang Deteksi Dini Kunci Selamatkan Penderita Tuberkulosis Di Desa Sungai Kakap

Untan

Tuberkulosis, sering disingkat TB atau TBC, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan organ tubuh yang diserang biasanya adalah paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan jantung. Penularan atau infeksi terjadi saat kuman TB yang berada dan bertebaran di udara terhirup oleh orang lain. Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia masih menempati posisi kedua setelah India dan diikuti oleh China di posisi ketiga dengan kasus sebanyak 1.060.000. TBC tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi orang yang memiliki imunitas rendah seperti anak dan yang memiliki penyakit penyerta.

Gejala utama TBC ialah batuk terus – menerus (berdahak maupun tidak berdahak). Gejala yang lainnya ialah demam dan meriang dalam jangka waktu yang panjang, sesak nafas dan nyeri dada, berat badan menurun, ketika batuk terkadang dahak bercampur darah, nafsu makan yang menurun dan berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan. Dengan mengenali gejala dan tanda TBC, kita dapat segera mencari pengobatan dan mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.

Hal ini yang melatarbelakangi tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dosen jurusan Farmasi Universitas Tanjungpura dan diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi dari institusi Pendidikan dalam membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman tentang deteksi dini pasien tuberkulosis. Tim PKM ini diketuai oleh Ibu Dr. Hj. Sri Wahdaningsih, M. Sc., Apt., beserta anggota yang terdiri dari Ibu Meri Ropiqa, M. Pharm., Sci., Apt dan Bapak Shoma Rizkifani, M. Sc., apt. Selain dosen, PKM ini dibantu oleh mahasiswa jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN yaitu Risa Indriyani dan M. Rafly Agustriangga.

Kegiatan PKM dilaksanakan pada hari kamis tanggal 13 Juni 2024, dengan sasaran peserta kader desa Sungai Kakap. Adapun tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai deteksi dini penyakit tuberkulosis dan dapat memahami serta mengetahui obat mana saja yang menimbulkan efek samping dan pencegahannya.

Dalam pelaksanaanya kegiatan ini dihadiri oleh 32 peserta (kader) dengan diawali kegiatan pemutaran video Fakultas Kedokteran dan edukasi tentang deteksi dini penyakit tuberkulosis, dilanjutkan dengan pretest, pemaparan materi, posttest dan pembahasan serta evaluasi kegiatan PKM berupa kuesioner.
Kegiatan PKM langsung dibuka oleh Bapak Kepada Desa Syarif Said. Materi edukasi disampaikan oleh anggota PKM yaitu  Bapak Shoma Rizkifani, M. Sc., Apt. Dalam pemaparannya terjadi interaksi dan antusias yang tinggi dari para kader dengan penjelasan melalui presentasi, standing banner dan video diawal materi.

Selama kegiatan PKM berlangsung, para peserta tampak sangat tertarik dengan materi kasus dan video yang ditampilkan. Peserta sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Secara keseluruhan kegiatan PKM berjalan dengan baik, dan memberikan dampak positif bagi kader, hal ini terlihat dari peningkatan pengetahuan berdasarkan pre dan posttest serta hasil evaluasi kegiatan

Leave a Reply