Kabid Pemdes Ketapang Kesal Ditinggal Pesawat Garuda

Ketapang, (thetanjungpuratimes.com) – Tengku Edy, 45 tahun, Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Kabupaten Ketapang, batal berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia, karena ditinggal terbang, setelah dinyatakan terlambat melakukan cek in tiket di Bandara Rahadi Osman, pada Rabu (6/1) sore.

Tengku Edy pun sangat kesal dengan ulah karyawan PT Garuda Indonesia, pasalnya saat ia dan rombongan melakukan cek in di Bandara Rahadi Usman Ketapang telah dinyatakan terlambat, karena pesawat Garuda Indonesia berangkat lebih cepat dari pada biasanya, yang seharusnya pukul 16.45 WIB.

Tengku Edy mengatakan, akibat gagal berangkat tersebut, agenda kegiatan study banding tentang pemilihan serentak Kepala Desa di Kabupaten Sambas juga gagal.

“Sangat menyayangkan, bahwa penerbangan PT Garuda Indonesia minim fasilitas, seperti pengeras suara dan tidak adanya jadwal penerbangan yang jelas,” sesalnya.

Tengku Edy mengaku, tidak ada pemberitahuan kepada penumpang terlebihdahulu bahwa penerbangan akan dilaksanakan lebih cepat dari pada waktu yang sudah ditentukan di dalam tiket.

“Seharus menurut standar nasional penerbangan di seluruh Indonesia, bahkan di dunia, tiga jam sebelum penerbangan dilakukan, akan ada pemberitahuan,” ungkapnya.

Akibat ditinggal pesawat tersebut, Tengku Edy yang telah kecewa pun tidak mau lagi berangkat menggunakan maskapai PT Garuda Indonesia, dirinya pun memilih maskapai penerbangan lainnya yang berangkat pada Kamis (7/1) pagi.

Sementara itu, Pelaksana Harian PT Garuda Indonesia Cabang Ketapang, Anas, yang dikonfirmasi, mengakui kesalahan yang dilakukannya.

Anas pun meminta maaf atas pembatalan keberangkatan penumpang tersebut.

“Kami benar–benar minta maaf,” ucap Anas.

(Raden Asmun/Mohammad)

Leave a Reply