UPT Laboratorium Terpadu memberikan Pelatihan Pemanenan dan Pengolahan Madu Kelulut Terstandar Berbasis SNI 8664:2018 di wilayah binaan PT SMART Tbk

UPT Laboratorium Terpadu, Universitas Tanjungpura bersama dengan PT. SMART Tbk. Melakukan pelatihan Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai pemanenan dan pengolahan madu kelulut berbasis SNI 8664:2018. Pelatihan ini dilakukan di kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Peserta pelatihan adalah Anggota Binaan CSR PT SMART Tbk. Region Ketapang 1, Ketapang 2 dan warga Desa Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pelatihan ini menjadi awal yang baik bagi binaan PT SMART Tbk untuk meningkatkan kualitas yang nantinya akan memberikan dampak kepada peternak madu kelulut,” kata Chico John Simamora, SP

Dalam sambutan nya PIC CSR Sustainability PT SMART PSM KalBar yang diwakilki oleh Naomi Desrina Ginting Menyampaikan pesan kepada peserta pelatihan bahwa Potensi kelulut ini jika dikelola dengan baik, tentunya bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat, budidaya lebah madu merupakan salah satu peluang ekonomi terbaik bagi masyarakat, jelasnya.

Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 13 dan 14 agustus 2022. Hari pertama pelatihan dilakukan di Desa Sungai Kelik, di salah satu rumah warga yang memiliki budidaya madu kelulut yaitu rumah Pak Henki. Pelatihan meliputi teori SOP pemanenan, pengolahan dan Standar Madu Kelulut berdasarkan  SNI 8664:2018. Siang harinya dilakukan praktik sterilisasi alat panen dan alat pengemasan madu kelulut yang meliputi proses disinfeksi dan pasteurisasi serta dilakukan pemanenan madu kelulut sesuai SOP.

Berlokasi di aula pelatihan PT. SMART Tbk. Pada hari kedua diajarkan cara pengukuran kadar air menggunakan refrakto madu, proses pengurangan kadar air pada madu kelulut hingga memenuhi standar SNI dan proses pengemasan madu sehingga madu bisa bertahan lebih lama dan tetap mempertahankan nutrisinya. Kedepannya diharapkan setelah dilakukan pelatihan ini, hasil madu kelulut yang dihasilkan oleh desa binaan CSR PT SMART Tbk. Region Ketapang 1 dan Ketapang 2 akan memenuhi standar baik dari kandungan nutrisi maupun kualitas madu sendiri. Diakhir kegiatan salah satu peserta menyampaikan bahwa keberhasilan budidaya ini tergantung pada kekompakan kelompok, ibaratnya kelompok budidaya kelulut itu seperti semut, ketika sendiri, kecil dan tidak berdaya, ketika bersama, kuat dan mampu mengatasi segala rintangan, kata Hengki saat diminta pesan dan kesan terhadap pelatihan ini.

Leave a Reply