Warga Kembalikan Kukang Putussibau

Pontianak, (thetanjungpuratimes.com) – Seekor Kukang berusia satu tahun diserahkan warga ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Selasa (5/1).

Kukang milik Nizar Hartady (20), warga Pontianak diserahkan agar hewan kukang terus bisa hidup dan masyarakat tidak menangkap kukang lagi.

“Kukang merupakan hewan dilindungi, karena kalau dibunuh, dapat menganggu ekosistem hutan di Kalbar,” ungkap Nizar Hartady di Kantor BKSDA Kalbar.

Menurut Nizar, binatang primata ini diperoleh dari teman Alex di Putussibau.

“Alex memelihara Kukang ini sudah satu bulanan,” tuturnya.

Sementara Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Konflik Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Kalbar, Azmardi mengucapkan terima kasih atas penyerahan kukang yang dilakukan oleh warga.

“Kukang merupakan hewan dilindungi,” katanya.

Asmardi mengatakan, kukang memang satwa pemalu, tetapi berperan penting dalam ekosistem hutan karena salah satu pengendali hama dan juga mendistribusikan tanaman dengan mengkonsumsi buah-buahan.

Satwa ini bagi sebagian orang sangat menyenangkan, tetapi buat ekosistem itu penting, hilangnya satu rantai makanan mempengaruhi semua.

Kendati tidak cepat prosesnya, namun efeknya yang mengalami dan merasakan adalah manusia, karena manusia sangat bergantung makhluk hidup lain.

“Status satwa itu dilindungi, karena itu kita imbau kepada masyarakat untuk tidak memelihara satwa ini karena nilai pentingnya di alam agar siklus biologis tidak terganggu,” jelasnya.

Berdasarkan undang-undang, bagi orang yang sengaja memelihara , menyimpan, memikiki apalagi membunuh dihukum pidana maksimal 5 tahun dan denda Rp 200 juta. (yuniar)

Leave a Reply