Prodi Matematika FMIPA Untan Latih Siswa SMA Don Bosco Sanggau Hadapi TKA secara Strategis
Tim PKM Matematika FMIPA Untan bersama siswa SMA Don Bosco Sanggau.
SANGGAU, 20 AGUSTUS 2026 – Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Strategi dan Tips Efektif dalam Menyelesaikan Soal Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi Siswa SMA di Kabupaten Sanggau” di SMA Don Bosco Sanggau pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga sekitar pukul 16.00 WIB dan diikuti kurang lebih 40 siswa. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan strategi dalam mengenali karakteristik soal TKA serta membangun pola berpikir yang logis dan analitis agar mampu menyelesaikan soal secara lebih cepat, tepat sistematis dan teliti.
Kegiataan diawali dengan pembukaan oleh Koordinator Program Studi Matematika FMIPA UNTAN, Dr. Bayu Prihandono, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan PKM merupakan bagian dari agenda rutin Program Studi Matematika yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Menurut beliau pelaksanaan PKM kali ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kemampuan berfikir logis dan analitis siswa, khususnya dalam menghadapi soal soal TKA. “PKM merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Program Studi Matematika dua kali dalam setahun. Pada kegiatan kali ini, kami ingin membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis siswa serta memberikan strategi agar mereka mampu menyelesaikan soal-soal TKA dengan lebih cepat, tepat, dan sistematis,” pukasnya.
Kepala SMA Don Bosco Sanggau, Bapak Benediktus Berry, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan TKA menjadi kegiatan yang penting bagi siswa karena sebelumnya belum terdapat pelatihan khusus yang memberikan pembekalan mengenai strategi menghadapi TKA. “Kami sangat senang dengan adanya kegiatan pelatihan TKA bagi siswa. Sebelumnya, belum ada pelatihan TKA seperti ini, sehingga kegiatan ini sangat memotivasi siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA dengan lebih baik, terutama dalam bidang matematika,” ungkap Benediktus. Beliau menambahkan bahwa salah satu kendala yang kerap dikeluhkan siswa ketika mengerjakan soal TKA Matematika adalah keterbatasan waktu. Karena itu, pelatihan yang memberikan pemahaman mengenai strategi dan efisiensi dalam menyelesaikan soal dinilai dapat membantu siswa mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Rangkaian pelatihan dilanjutkan dengan pretest sebagai pemetaan awal terhadap pemahaman peserta. Melalui pretest, tim pelaksana memperoleh gambaran mengenai kemampuan siswa dalam membaca informasi pada soal, menentukan langkah yang relevan, serta memilih jawaban sebelum memasuki sesi pembahasan. Pretest tidak hanya berfungsi sebagai bahan evaluasi, melainkan juga sebagai tolak ukur pemateri dalam menilai sejauh mana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal TKA. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar untuk mengarahkan pembahasan pada jenis soal atau tahapan penyelesaian yang masih menjadi kendala bagi peserta.
Pada sesi inti, pemateri membahas sejumlah contoh soal dengan menekankan pentingnya proses berpikir sebelum melakukan perhitungan. Siswa diajak untuk mengenali informasi penting, memahami apa yang ditanyakan, menyederhanakan persoalan, memilih pendekatan yang efisien, serta memeriksa kembali kewajaran hasil yang diperoleh. Pembahasan berlangsung secara interaktif dan dua arah. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, menanggapi alternatif penyelesaian, serta mendiskusikan alasan di balik pilihan jawaban yang mereka ambil.

Pemateri menyampaikan pembahasan dan strategi penyelesaian soal TKA secara interaktif bersama siswa.
Interaksi tidak berhenti pada penjelasan di depan kelas. Anggota tim PKM turut memberikan pendampingan secara langsung dengan mendatangi meja peserta ketika terdapat langkah penyelesaian yang belum dipahami. Dalam proses tersebut, siswa juga didorong untuk menjelaskan kembali alasan matematis dari proses yang digunakan. Pendekatan ini tidak hanya membantu peserta menemukan jawaban, tetapi juga melatih kemampuan mereka dalam memahami dan mengomunikasikan proses berpikir matematis.
Suasana pelatihan semakin dinamis ketika tim menyisipkan ice breaking berupa gim matematika yang berkaitan dengan operasi eksponensial. Beberapa siswa dilibatkan secara langsung untuk mencoba melakukan perhitungan dan menyampaikan jawaban di depan kelas. Aktivitas tersebut memberikan suasana yang lebih santai tanpa menghilangkan unsur akademik. Selain menjaga antusiasme peserta, gim matematika menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Setelah pembahasan materi dan berbagai aktivitas interaktif selesai, siswa mengikuti posttest sebagai evaluasi akhir. Tahap ini dilakukan untuk melihat kembali pemahaman mereka setelah mengikuti pelatihan. Tim kemudian memberikan penguatan terhadap strategi-strategi utama yang telah dibahas serta apresiasi kepada sejumlah peserta yang aktif selama kegiatan. Seluruh rangkaian, mulai dari pretest, pembahasan soal, pendampingan, gim matematika, hingga posttest, berlangsung tertib dan sesuai dengan rencana.
Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka mengerjakan soal, keberanian mengajukan pertanyaan, serta keterlibatan dalam diskusi maupun aktivitas di depan kelas. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki ketertarikan terhadap pembekalan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada strategi penyelesaian dan pengelolaan waktu saat menghadapi TKA. Melalui kegiatan ini, Program Studi Matematika FMIPA Universitas Tanjungpura berharap siswa SMA Don Bosco Sanggau semakin siap menghadapi TKA dengan pola pikir yang analitis, sistematis, cermat, dan percaya diri. embekalan strategi penyelesaian soal juga diharapkan dapat membantu siswa memanfaatkan waktu secara lebih efektif saat menghadapi ujian. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat langsung bagi siswa, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dokumentasi: Tim PKM Program Studi Matematika FMIPA Universitas Tanjungpura


