Skip to main content

Thetanjungpuratimes.com

Edukasi Metode Pembuatan Produk Aromaterapi Serai Wangi pada Siswa SMK Bina Dharma

Pontianak – Pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan dasar produk aromaterapi diperkenalkan kepada siswa SMK Bina Dharma Pontianak melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mandiri Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK UNTAN). Kegiatan bertema “Edukasi Metode Pembuatan Produk Aromaterapi Serai Wangi pada Siswa SMK Bina Dharma” tersebut dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 07.00–11.30 WIB, bertempat di SMK Bina Dharma Pontianak, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai potensi serai wangi (Cymbopogon nardus) sebagai bahan baku produk aromaterapi, termasuk metode pembuatan produk sederhana serta prinsip keamanan dalam penggunaan minyak atsiri.

Serai wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang memiliki aroma khas. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada potensi pemanfaatan serai wangi sebagai bahan dasar berbagai produk aromaterapi sederhana, seperti roll-on aromaterapi, sabun aromaterapi, serta parfum atau spray aromaterapi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan memanfaatkan presentasi, leaflet atau poster, video singkat, serta contoh produk aromaterapi. Materi yang diberikan tidak hanya membahas manfaat serai wangi dan minyak atsiri, tetapi juga mencakup tahapan pembuatan produk, fungsi masing-masing bahan, prinsip pengenceran, pengemasan, pelabelan, hingga penggunaan produk secara aman.

Sebelum materi diberikan, para siswa mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi, edukasi metode pembuatan produk aromaterapi, diskusi dan tanya jawab, sebelum akhirnya peserta mengikuti post-test dan evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Dari 42 peserta yang memiliki data pre-test dan post-test secara berpasangan, rata-rata skor meningkat dari 85,24 menjadi 96,43, atau mengalami peningkatan sebesar 11,19 poin. Sebanyak 26 peserta atau 61,90 persen mengalami peningkatan skor, sementara 16 peserta atau 38,10 persen mempertahankan skor yang sama. Tidak terdapat peserta yang mengalami penurunan skor setelah mengikuti kegiatan. Peningkatan juga terlihat dari capaian peserta dengan skor minimal 85. Pada pre-test, sebanyak 22 dari 42 peserta atau 52,38 persen mencapai skor tersebut. Setelah edukasi, jumlahnya meningkat menjadi 38 peserta atau 90,48 persen.

Analisis terhadap setiap butir pertanyaan turut menunjukkan adanya perubahan pemahaman peserta. Peningkatan terbesar tercatat pada salah satu materi yang diukur dalam instrumen evaluasi, dengan persentase jawaban benar meningkat dari 50,00 persen menjadi 90,48 persen, atau bertambah 40,48 poin persentase. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan juga memberikan penekanan pada keamanan penggunaan minyak atsiri. Siswa mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan minyak atsiri dalam konsentrasi yang sesuai, pentingnya melakukan uji tempel atau patch test, larangan penggunaan untuk diminum, menghindari kontak dengan mata dan luka, serta menghentikan penggunaan apabila terjadi iritasi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada siswa bahwa pemanfaatan bahan alam untuk produk aromaterapi perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan dan penggunaan yang tepat. Kegiatan PkM Mandiri ini dilaksanakan oleh tim Program Studi Farmasi FK UNTAN yang terdiri atas apt. Muhammad Andre Reynaldi, M.S.Farm. sebagai ketua, Dr. Rafika Sari, M.Farm., Apt. dan apt. Abdurrafi Maududi, M.Farm. sebagai anggota. Kegiatan turut melibatkan tiga mahasiswa Farmasi FK UNTAN, yaitu Michael Ciputra, Muhammad Alhuda, dan Alfredo Da Silva Putra Agung D.

Melalui kegiatan ini, siswa SMK Bina Dharma mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan serai wangi sebagai bahan alam yang dapat dikembangkan menjadi produk aromaterapi sederhana. Edukasi juga diarahkan untuk menumbuhkan pemahaman mengenai pemanfaatan bahan alam secara aman, rasional, dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Farmasi FK UNTAN dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan potensi bahan alam lokal kepada generasi muda. Ke depan, kegiatan edukasi dapat dikembangkan dengan memperkuat sesi demonstrasi dan praktik langsung pembuatan produk aromaterapi. Dengan pendekatan yang lebih aplikatif, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep dan tahapan pembuatan, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan produk aromaterapi sederhana secara aman.