Dosen Farmasi Untan Sosialisasikan Pemanfaatan Buah Pare sebagai Antidiabetes melalui Pembuatan Kapsul
Pontianak – Tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Tanjungpura (UNTAN) mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan kapsul buah pare (Momordica charantia L.) sebagai antidiabetes kepada perawat luka di Klinik Alra Care, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, pada Minggu (27/9/2026).
Kegiatan ini dipandu oleh tim dosen Mohamad Andrie, M.Sc., Apt. dan Wintari Taurina, M.Sc., Apt., dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Farmasi, yaitu Ellyas Alvin Saphantar, Silvana Septiani, Maria Rosyolanda, dan Melinda Intan Koswari.
Menurut Mohamad Andrie, pemanfaatan tanaman obat lokal memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari edukasi kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah buah pare yang mengandung senyawa bioaktif, seperti charantin, flavonoid, dan alkaloid, yang berpotensi membantu mengontrol kadar glukosa darah.
“Buah pare tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan alam pendukung pengelolaan diabetes melitus. Namun, pemanfaatannya tetap perlu disertai pemahaman yang tepat mengenai keamanan dan penggunaannya,” jelas Andrie.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salah satu upaya yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah pengolahan buah pare menjadi sediaan kapsul. Bentuk kapsul dipilih karena lebih praktis, dapat menyamarkan rasa pahit, dan memungkinkan bobot serbuk dalam setiap kapsul ditentukan secara lebih terukur kata Mohamad Andrie.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai potensi buah pare sekaligus demonstrasi pembuatan kapsul menggunakan serbuk simplisia yang telah disiapkan. Peserta juga diberikan brosur edukasi serta mengikuti pretest dan posttest untuk mengevaluasi pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
Kegiatan ini ditutup dengan pembagian kapsul buah pare kepada peserta. Melalui kegiatan ini, tim Farmasi Untan berharap tenaga kesehatan semakin mengenal potensi tanaman obat lokal dan dapat menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Pengembangan kapsul buah pare diharapkan menjadi salah satu alternatif terapi penunjang dalam pengobatan diabetes yang efektif dan berkelanjutan. Selain nilai medis, inovasi ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi bagi petani pare lokal karena buah pare memiliki nilai tambah saat diolah menjadi produk farmasi alami.


