103 Mahasiswa KKN Farmasi Untan Edukasi Pencegahan ISPA di Sembilan Wilayah
PONTIANAK – Sebanyak 103 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 yang mengusung tema promosi kesehatan dan pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selama 12 Juni hingga 12 Juli 2026, mahasiswa yang terbagi dalam 37 unit tersebut melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di sembilan wilayah di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya dengan pendampingan dosen pembimbing Program Studi S1 Farmasi dan dosen pembimbing lapangan (DPL).
Program KKN Tematik dilaksanakan di Pontianak Kota, Desa Kapur, Saigon, Sungai Kakap, Batu Layang, Siantan, Sungai Rengas, Jungkat, dan Rasau Jaya. Selama satu bulan, mahasiswa berkolaborasi dengan puskesmas, sekolah, pemerintah desa, kader kesehatan, kelompok PKK, hingga berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan ISPA melalui pendekatan promotif dan preventif.
Koordinator Program Studi S1 Farmasi Fakultas Kedokteran Untan, Nera Umilia Purwanti, M.Sc., Apt., mengatakan KKN Tematik merupakan bagian dari implementasi experiential learning yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi kefarmasian secara langsung di tengah masyarakat.
Menurut Nera, keterlibatan mahasiswa di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan lingkungan masyarakat diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat.
Sementara itu, Koordinator KKN Program Studi S1 Farmasi Fakultas Kedokteran Untan, Wintari Taurina, M.Sc., Apt., mengatakan pelaksanaan KKN Tematik menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu kefarmasian sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
“Melalui KKN Tematik ini, kami ingin mahasiswa hadir sebagai agen edukasi kesehatan yang mampu mengimplementasikan ilmu kefarmasian secara nyata di tengah masyarakat. Tema pencegahan ISPA dipilih karena masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memerlukan perhatian bersama, sehingga upaya promotif dan preventif perlu terus diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan,” ujar Wintari.
Wakil Koordinator KKN Program Studi S1 Farmasi Fakultas Kedokteran Untan, apt. Fortunata Saesarria D., M.S.Farm., menambahkan bahwa seluruh unit KKN mengangkat tema yang sama, namun implementasi program disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih relevan serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap berbagai edukasi yang diberikan, mulai dari penggunaan obat yang benar, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dapat terus diterapkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN selesai. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa benar-benar memberikan dampak nyata sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” kata Fortunata.

Selama pelaksanaan KKN Tematik, mahasiswa menginisiasi berbagai program edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan mengenai pencegahan ISPA, etika batuk dan bersin, penggunaan masker, bahaya rokok dan rokok elektronik, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi penggunaan obat yang benar melalui program DAGUSIBU, pemeriksaan kesehatan sederhana, hingga pendampingan pelayanan kefarmasian di sejumlah puskesmas.
Selain memberikan edukasi kesehatan, mahasiswa juga memperkenalkan pemanfaatan bahan alam lokal melalui berbagai inovasi berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Berbagai produk edukatif dan demonstrasi yang diperkenalkan kepada masyarakat antara lain teh herbal jahe, minuman herbal, ramuan tradisional, inhaler herbal, aromaterapi, infused oil bawang merah, permen herbal, jelly berbahan jahe dan jeruk, hingga pelatihan pembuatan produk rumah tangga alami seperti lilin aromaterapi dan sabun cuci piring berbahan jeruk nipis.
Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari siswa sekolah, ibu hamil, ibu balita, kader posyandu, peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), kelompok PKK, majelis taklim, hingga masyarakat umum. Di sejumlah lokasi, mahasiswa juga membantu pelayanan kefarmasian di puskesmas, mulai dari pelayanan farmasi, edukasi pasien, hingga keterlibatan dalam kegiatan posyandu dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Untuk mengukur efektivitas program, mahasiswa juga melaksanakan pre-test dan post-test pada sejumlah kegiatan penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan ISPA, penggunaan obat yang rasional, serta pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Pelaksanaan KKN Tematik ini menjadi salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara Universitas Tanjungpura, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, sekolah, serta masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut sehingga berbagai program yang telah dijalankan tidak berhenti pada masa KKN, tetapi memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Kedokteran Untan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga mengasah kompetensi profesional, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas sektor. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjalankan peran sebagai tenaga kefarmasian yang profesional, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.


