Apoteker Cilik × Sahabat Desa 2026: Edukasi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui “KAWAL DESA”
Dalam upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan sekaligus memperkenalkan dunia kefarmasian kepada masyarakat sejak dini, Departemen Pengabdian Masyarakat dan Kesejahteraan Mahasiswa (PMKM) Himpunan Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura menyelenggarakan kegiatan Apoteker Cilik (Apocil) × Sahabat Desa (Sades) 2026. Mengusung tema “KAWAL DESA: Kolaborasi Aksi Warga dan Anak Lokal untuk Desa Sejahtera”, kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at, 7 Agustus 2026 di SDN 02 Sungai Kakap dan Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap.
Kegiatan Apocil × Sades 2026 menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan yang dikemas secara interaktif dan sesuai dengan kebutuhan sasaran. Kegiatan ini melibatkan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, mahasiswa Farmasi, pihak sekolah, serta masyarakat dan perangkat Desa Kalimas.


Mengenalkan Profesi Apoteker dan Penggunaan Obat Sejak Dini melalui Apoteker Cilik
Rangkaian kegiatan Apoteker Cilik (Apocil) dilaksanakan di SDN 02 Sungai Kakap dengan sasaran siswa-siswi kelas 5. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan ilmu kefarmasian, khususnya profesi apoteker, sekaligus memberikan pemahaman dasar mengenai obat-obatan dan cara penggunaannya yang tepat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai profesi apoteker serta pengetahuan dasar tentang obat, termasuk jenis-jenis obat dan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Edukasi diberikan dengan pendekatan yang interaktif agar materi dapat lebih mudah dipahami dan menarik bagi siswa.
Kepala SDN 02 Sungai Kakap, Bapak Ilyas, A.Ma.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Farmasi tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran siswa mengenai kesehatan dan penggunaan obat.
“Kehadiran kakak-kakak dari mahasiswa Farmasi hari ini bukan sekadar berbagi ilmu, tapi juga menanamkan fondasi kesadaran akan kesehatan, terutama penggunaan obat yang baik agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang paham dan bijak menggunakan obat,” ujar Bapak Ilyas.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Ibu Titan Ligita, S.Kp., M.N., Ph.D., selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Ia berharap kegiatan pengabdian seperti Apocil dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
“Fakultas sangat mendukung program-program seperti ini. Harapannya, ilmu yang dibagikan mahasiswa kami bisa menjadi bekal berharga bagi adik-adik SD agar lebih paham dan bijak terhadap penggunaan obat,” tutur Ibu Titan Ligita.
Sahabat Desa: Memberdayakan Masyarakat melalui Edukasi dan Pelatihan
Tidak hanya menyasar anak-anak, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan melalui program Sahabat Desa (Sades) yang berlokasi di Desa Kalimas, Sungai Kakap. Kegiatan ini menyasar masyarakat desa, khususnya ibu-ibu posyandu, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang kesehatan serta pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Pada kegiatan Sades, masyarakat mendapatkan penyuluhan dan pelatihan yang disampaikan oleh Ibu Dr. Liza Pratiwi, M.Sc., Apt. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah praktik pembuatan scrub berbahan dasar bubuk kopi dan minyak kelapa. Pelatihan ini menjadi bentuk pemanfaatan bahan sederhana yang mudah diperoleh sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam mengolah bahan tersebut menjadi produk perawatan tubuh.
Kegiatan Sades tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami kebutuhan dan potensi masyarakat di lingkungan desa.
Kepala Desa Kalimas, Bapak Murdi, turut menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu posyandu, serta menjadi awal dari hubungan yang baik dan berkelanjutan antara masyarakat Desa Kalimas dengan mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.
“Semoga apa yang diberikan melalui kegiatan ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu posyandu dan masyarakat Desa Kalimas. Kami juga berharap hubungan antara warga Desa Kalimas dan mahasiswa dapat terus terjalin dengan baik,” ungkap Bapak Murdi.
Antusiasme Peserta Menjadi Semangat untuk Berkolaborasi
Seluruh rangkaian kegiatan Apocil × Sades 2026 berlangsung dengan antusiasme yang tinggi. Siswa-siswi SDN 02 Sungai Kakap aktif mengikuti edukasi mengenai profesi apoteker dan penggunaan obat, sementara ibu-ibu posyandu Desa Kalimas turut berpartisipasi dalam penyuluhan dan praktik pembuatan scrub.
Antusiasme dari kedua kelompok peserta menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disampaikan melalui pendekatan interaktif dan kegiatan praktik dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kedekatan antara mahasiswa dan masyarakat.
Melalui Apoteker Cilik × Sahabat Desa 2026, Departemen PMKM Himpunan Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian semata, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan masyarakat. Semangat “KAWAL DESA” diharapkan dapat terus diwujudkan melalui kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera.



