Tim PKM Dosen & Mahasiswa Farmasi UNTAN Laksanakan Edukasi DAGUSIBU Obat di Posyandu Seroja, Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya
Pontianak – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Bagian Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (UNTAN) mengadakan kegiatan edukasi DAGUSIBU obat di Posyandu Seroja Kubu Raya pada tanggal 15 Agustus 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil, ibu menyusui, serta kader posyandu mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar (DAGUSIBU), sehingga masyarakat dapat lebih bijak dan aman dalam mengelola obat-obatan di rumah tangga.
DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang, yaitu panduan pengelolaan obat yang benar mulai dari cara memperoleh obat di sarana kefarmasian resmi, menggunakannya sesuai anjuran, menyimpannya dengan tepat agar tidak rusak, hingga membuangnya secara aman apabila sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan lagi. Konsep ini digagas oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sebagai upaya edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan obat, kesalahan pengobatan (medication error), serta pencemaran lingkungan akibat pembuangan obat yang sembarangan. Kegiatan edukasi dilaksanakan melalui seminar interaktif, diskusi, serta penggunaan media pembelajaran berupa leaflet, poster, dan modul edukatif. Metode ini dipilih agar ibu-ibu hamil, ibu menyusui, dan kader-kader posyandu lebih mudah memahami materi sekaligus mampu mengingat informasi yang diberikan. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi DAGUSIBU, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 4,64 dan meningkat menjadi 4,92 (dari skala maksimal 5) pada post-test. Selain itu, hasil kuesioner kepuasan menunjukkan respons yang positif dari peserta, dengan rata-rata skor kepuasan mencapai 4,37–4,64 (dari skala 1–5) pada seluruh aspek kegiatan, termasuk kejelasan materi, penyampaian narasumber, dan manfaat kegiatan untuk diterapkan di rumah.

Selain memperkenalkan DAGUSIBU Obat, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai contoh-contoh sediaan farmasi yang biasa dikonsumsi oleh peserta, serta simbol yang tertera pada kemasan obat.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pada penguatan peran kader posyandu sebagai agen edukasi di lingkungan masyarakat, sehingga informasi mengenai pengelolaan obat yang benar dapat terus disebarluaskan secara berkelanjutan meskipun kegiatan PKM telah selesai dilaksanakan. Kegiatan PKM ini melibatkan dosen dan mahasiswa Farmasi UNTAN. Mahasiswa turut berpartisipasi dalam penyusunan materi, pembuatan media edukasi, serta dokumentasi kegiatan. Hal ini sejalan dengan komitmen universitas dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, Prodi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura menegaskan perannya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal Kalimantan Barat. Edukasi mengenai DAGUSIBU diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong masyarakat untuk lebih cermat dan bertanggung jawab dalam mengelola obat, sekaligus mendukung terwujudnya gaya hidup sehat di lingkungan Posyandu Seroja.



