Untan dan STIKES Kapuas Raya Terapkan Teknologi Tepat Guna di Desa Sungai Ana
Universitas Tanjungpura bersama STIKES Kapuas Raya menerapkan serangkaian Teknologi Tepat Guna untuk mendorong hilirisasi produk UMKM serta pengelolaan sampah terintegrasi di Desa Sungai Ana, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.
Pendampingan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Desa Binaan tersebut difokuskan pada penguatan produksi olahan pangan lokal dan pengolahan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Sejumlah teknologi tepat guna berupa fasilitas mesin produksi disalurkan untuk menunjang usaha warga, meliputi mesin pengaduk bahan kompos, mesin pengayak pupuk kompos, vacuum sealer, nitrogen flushing gas sealer, solar dryer cabinet, lemari pendingin produk, freezer penyimpan bahan baku, serta peralatan produksi dan pengemasan pangan higienis.
Penerapan teknologi tersebut tercatat mendongkrak kapasitas produksi kerupuk basah (temet) dari 5 kilogram menjadi 15 kilogram per hari, serta keripik tempe dari 3 kilogram menjadi 15 kilogram per hari. Diversifikasi produk pangan baru juga berhasil dikembangkan oleh kelompok UMKM setempat, mencakup produksi susu kedelai, abon ayam, dan ayam asap.
Pada sektor lingkungan, BUMDes Majau Jaya Abadi Desa Sungai Ana sampai saat ini telah memiliki jangkauan jasa layanan pengangkutan sampah mencakup 320 kepala keluarga. Sampah organik diproses menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik diolah menjadi cacahan plastik yang memiliki nilai jual.
Fase pendampingan tahun kedua diarahkan pada konsolidasi kemandirian warga melalui perbaikan standar operasional produksi, manajemen keuangan, hingga pemasaran digital. Skema pemberdayaan ini didukung langsung oleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

“Dukungan DPPM menjadi faktor kunci dalam terlaksananya kolaborasi antara Universitas Tanjungpura dan STIKES Kapuas Raya pada kegiatan PKM Pemberdayaan Desa Binaan, sehingga inovasi teknologi tepat guna dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di Desa Sungai Ana dan memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular,” ujar Ketua Tim Pengabdian Eka Priadi.


