Stadium General PSPPA FK UNTAN Bahas Tantangan E-Commerce Pharmacies dan Peran Apoteker di Era Digital
Perkembangan perdagangan digital turut membawa perubahan dalam pola distribusi dan akses masyarakat terhadap obat serta produk kesehatan. Fenomena tersebut menjadi salah satu perhatian penting dalam dunia kefarmasian, khususnya terkait jaminan keamanan produk, kepatuhan terhadap regulasi, dan perlindungan konsumen.
Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura menyelenggarakan kegiatan Stadium General dan Matrikulasi Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027 Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Angkatan XXV pada Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di Amphitheater Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.
Kegiatan yang diikuti oleh 60 mahasiswa baru PSPPA Angkatan XXV ini mengangkat tema “E-Commerce Pharmacies: Tantangan BPOM dan Peran Apoteker dalam Menjamin Keamanan Produk di Pasar Digital”.
Mengangkat Isu Strategis Kefarmasian di Era Digital
Stadium General ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan praktik kefarmasian yang semakin beririsan dengan transformasi digital. Kemudahan masyarakat dalam memperoleh obat dan produk kesehatan melalui platform e-commerce di satu sisi memberikan akses yang lebih luas, namun di sisi lain menghadirkan tantangan dalam memastikan produk yang beredar aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa perkembangan teknologi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat memperoleh produk kesehatan, tetapi juga menghadirkan tuntutan baru terhadap kompetensi dan tanggung jawab profesi apoteker.
Dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pengawasan obat dan pelayanan kefarmasian dihadirkan untuk memberikan perspektif regulator sekaligus memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai dinamika peredaran produk kesehatan di pasar digital.
Peran Strategis Apoteker dalam E-Commerce Pharmacies
Materi pertama disampaikan oleh apt. Ajeng Illastria Rosalina, M.Farm, Kepala Infokom BBPOM Jakarta, dengan topik “E-Commerce Pharmacies di Indonesia: Peran Strategis Apoteker dalam Menjamin Keamanan Produk dan Pelayanan Kefarmasian di Era Digital.”
Dalam pemaparannya, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai perkembangan e-commerce pharmacies di Indonesia serta posisi strategis apoteker dalam memastikan keamanan produk dan mutu pelayanan kefarmasian yang diberikan melalui kanal digital.
Pembahasan ini menjadi penting mengingat apoteker tidak hanya berperan dalam memastikan ketepatan dan keamanan penggunaan obat secara konvensional, tetapi juga perlu mampu beradaptasi dengan perubahan ekosistem pelayanan kefarmasian di era digital. Kompetensi profesional, literasi digital, serta pemahaman terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan tersebut.
Tantangan Pengawasan Obat dan Produk Kesehatan di Pasar Digital
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Dra. Hariani, Apt., Kepala BBPOM Pontianak, dengan topik “Pengawasan BPOM terhadap Peredaran Obat dan Produk Kesehatan di E-Commerce: Tantangan Regulasi dan Perlindungan Konsumen.”
Materi ini memberikan perspektif mengenai peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan produk kesehatan melalui platform e-commerce. Mahasiswa diajak untuk memahami berbagai tantangan yang muncul dalam pengawasan produk di ruang digital, termasuk kompleksitas distribusi dan kebutuhan untuk memastikan perlindungan konsumen.
Perspektif tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran mahasiswa bahwa keamanan produk kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara regulator, tenaga kefarmasian, pelaku usaha, platform digital, dan masyarakat sebagai konsumen.
Memperkuat Kesiapan Calon Apoteker
Kegiatan Stadium General dan Matrikulasi ini dimoderatori oleh apt. Kharina Anisya, M.Farm. Diskusi berlangsung sebagai bagian dari proses pembekalan mahasiswa baru sebelum memasuki tahapan pendidikan profesi apoteker.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PSPPA Angkatan XXV diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan e-commerce pharmacies dan pengawasan produk kesehatan di pasar digital, tetapi juga mampu melihat peluang sekaligus tantangan profesi apoteker di tengah transformasi teknologi.
Pemahaman terhadap regulasi, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta komitmen terhadap keamanan pasien dan perlindungan konsumen menjadi bekal penting bagi calon apoteker untuk menghadapi perkembangan praktik kefarmasian di masa mendatang.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura dalam memberikan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia kefarmasian dan kebutuhan masyarakat, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi profesional serta kesiapan menghadapi dinamika pelayanan kefarmasian di era digital.


