50 Profesor LLDIKTI Wilayah IV Terpukau Jelajahi Language Corner UPA Bahasa UNTAN, Nikmati Hangatnya Student Union Sebelum Teken MoU Strategis
ebelum memasuki agenda resmi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), suasana hangat dan penuh rasa ingin tahu lebih dahulu menyelimuti kunjungan Paguyuban Profesor LLDIKTI Wilayah IV di Universitas Tanjungpura (UNTAN), Jalan Prof. Dr. hadari Nawawi, Pontianak, Rabu (29/7/2026). Langkah sekitar 50 profesor dari berbagai perguruan tinggi swasta di Jawa Barat dan Banten mengawali kunjungan mereka dengan menyusuri berbagai language corner di UPA Bahasa UNTAN, sebuah ruang pembelajaran yang menghadirkan nuansa lintas budaya sekaligus menjadi wadah mahasiswa memperluas kompetensi bahasa asing.

Setiap sudut di UPA Bahasa menawarkan pengalaman yang berbeda. Mulai dari Mandarin Corner yang memperkenalkan budaya dan bahasa Tiongkok, Japan Corner dengan nuansa khas Negeri Sakura, hingga American Corner yang menjadi pusat akses informasi, literasi, dan pembelajaran mengenai bahasa serta budaya Amerika Serikat. Berbagai fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang interaksi, diskusi, dan kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda berwawasan global.

Rombongan profesor tampak antusias saat berkeliling di setiap corner. Mereka mengamati berbagai koleksi, fasilitas pembelajaran, hingga konsep pengembangan ruang yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar bahasa secara lebih interaktif. Beberapa profesor bahkan terlihat aktif berdiskusi dengan pengelola UPA Bahasa mengenai pengembangan pusat bahasa, kerja sama internasional, serta strategi peningkatan kompetensi mahasiswa di era global.

Kekaguman para profesor semakin terasa ketika mengetahui bahwa keberadaan berbagai language corner tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen UNTAN dalam memperkuat internasionalisasi kampus. Suasana kunjungan berlangsung akrab ketika rombongan kemudian menikmati jamuan makan siang di Student Union UNTAN.

Kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas mahasiswa tersebut menyuguhkan beragam pilihan kuliner dengan cita rasa khas yang mendapat apresiasi dari para tamu. Sambil menikmati hidangan, para profesor memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang santai, bertukar pengalaman, serta mempererat hubungan antarlembaga dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban.


