Thetanjungpuratimes.com

Sinergi Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan dalam Menciptakan Lingkungan Kampus Tanpa Kekerasan

Pontianak – Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK UNTAN) mengambil langkah proaktif dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Safe Campus Initiative: Transformasi Kegiatan Kampus Tanpa Kekerasan”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Ruang Amphitheater FK Untan ini melibatkan dosen, mahasiswa, hingga pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) dari Bagian Kedokteran, Farmasi, dan Keperawatan. Inisiatif ini bertujuan menyamakan persepsi mengenai kategori kekerasan, termasuk kekerasan seksual, Fisik, Psikis, Verbal, perundungan, dan intoleransi, serta memberikan pemahaman mendalam terkait payung hukum dan konsekuensi bagi pelaku guna melindungi hak-hak korban di lingkungan kampus.

Dalam sesi materi, Anggota Tim Satgas PPKPT Untan Bapak Safaruddin Harefa, S.H., M.H memaparkan urgensi Desain Kegiatan Ormawa Berbasis Risk Assessment (Mitigasi Risiko) untuk mengidentifikasi titik lemah dalam aktivitas akademik maupun non-akademik yang berpotensi memicu kekerasan. Selain itu, Ibu Ar. Emilya Kalsum, ST, MT, IAI, IPM, CIAR memberikan edukasi mengenai Etika Relasi Kuasa dalam bimbingan dan pembelajaran serta kegiatan kemahasiswaan. Materi ini dirancang agar peserta, terutama organisasi mahasiswa, mampu menggeser pola pengaderan dari tekanan fisik dan mental menuju sistem yang berbasis kompetensi dan prestasi. Peserta juga dilatih secara taktis mengenai prosedur tanggap darurat saat menyaksikan atau mengalami kekerasan, mulai dari langkah pengamanan bukti hingga alur pelaporan yang tepat kepada Satgas.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga menghasilkan kesepakatan bersama mengenai batasan perilaku yang diperbolehkan selama berkegiatan di dalam maupun di luar kampus. Sebagai bentuk komitmen nyata, acara ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas bersama antara pihak fakultas, dosen, tendik, dosen pembina ormawa, dan perwakilan mahasiswa. Melalui penguatan alur koordinasi ini, FK Untan menegaskan posisinya sebagai institusi yang nol toleransi terhadap kekerasan, memastikan setiap civitas akademika merasa aman dan terlindungi dalam menjalankan proses pendidikan.