Tim Dosen Farmasi UNTAN Gelar Pelatihan Pembuatan Paper Soap Berbahan Jahe untuk Guru MGMP Biologi Kota Pontianak
Pontianak – Tim dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (UNTAN) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Inovasi Produk Herbal: Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Paper Soap Berbahan Jahe (Zingiber officinale) pada MGMP Biologi di Kota Pontianak”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Laboratorium Biologi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.
Kegiatan PkM ini diketuai oleh apt. Annafiatuzakiah, M.Farm dengan anggota tim yaitu Nera Umilia Purwanti, M.Sc., Apt dan apt. Fortunata Saesarria, M.S.Farm. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan dua orang mahasiswa Program Studi Farmasi sebagai bentuk integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Ketua tim apt. Annafiatuzakiah, M.Farm menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengalaman praktis guru Biologi dalam memanfaatkan bahan alam lokal, khususnya jahe, menjadi produk kebersihan yang praktis dan inovatif. Selain memperkenalkan inovasi produk herbal, pelatihan ini juga memberikan alternatif kegiatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang dapat dikembangkan oleh guru dalam proses pembelajaran Biologi di sekolah.

Pemilihan jahe (Zingiber officinale) sebagai bahan utama didasarkan pada potensi tanaman herbal yang mudah dijumpai di masyarakat serta kandungan senyawa bioaktifnya, seperti gingerol dan shogaol. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan tanaman herbal sebagai bahan tambahan dalam pembuatan paper soap, yaitu sabun berbentuk lembaran tipis yang praktis, mudah dibawa, dan digunakan bersama air untuk membersihkan tangan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi antara tim dosen Fakultas Kedokteran UNTAN dan perwakilan MGMP Biologi Kota Pontianak. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan pelatihan, menentukan kebutuhan peserta, serta memastikan kesiapan fasilitas laboratorium dan bahan praktik. Tim pelaksana juga menyiapkan materi presentasi, panduan praktik, serta bahan dan peralatan yang digunakan selama kegiatan.
Materi pelatihan meliputi pengenalan tanaman jahe sebagai bahan herbal, kandungan senyawa aktif dan potensinya, prinsip dasar pembuatan sabun, pengenalan karakteristik paper soap, serta tahapan formulasi produk. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai fungsi bahan dalam formulasi, teknik pembuatan sabun berbentuk lembaran, dan aspek keselamatan kerja selama proses pembuatan. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan pembelajaran Biologi dengan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep struktur dan fungsi tumbuhan, metabolit sekunder, proses formulasi, serta pengembangan produk dapat diintegrasikan dalam kegiatan praktikum maupun pembelajaran berbasis proyek di sekolah.
Melalui pelatihan ini, tim dosen Farmasi UNTAN berharap guru-guru MGMP Biologi Kota Pontianak dapat memperoleh inspirasi untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembuatan paper soap berbahan jahe berpotensi menjadi salah satu alternatif proyek pembelajaran yang mengintegrasikan pemanfaatan bahan alam, pengetahuan sains, kreativitas, serta kewirausahaan.
Namun, penerapannya di sekolah tetap perlu disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia dan standar keselamatan kerja, khususnya dalam penggunaan bahan kimia. Selain itu, pengembangan produk lebih lanjut masih memerlukan evaluasi mutu dan keamanan, termasuk pengujian karakteristik fisik, pH, serta aktivitas antibakteri produk akhir sebelum dapat dinyatakan memenuhi persyaratan tertentu.
Kegiatan PkM ini merupakan wujud kontribusi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura dalam mendukung inovasi pendidikan dan pemanfaatan potensi lokal Kalimantan Barat. Melalui kerja sama dengan MGMP Biologi Kota Pontianak, kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran sains yang lebih menarik, aplikatif, dan bermanfaat bagi peserta didik.


