Thetanjungpuratimes.com

Cegah Anemia dengan Tanaman Kelakai: Tim Dosen Farmasi Untan Melakukan Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal Tanaman Kelakai di Posyandu Seroja Sungai Raya dalam Kabupaten Kubu Raya.

PONTIANAK – Bagian Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Seroja Sungai Raya dalam Kabupaten Kubu Raya dengan tema “Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal Tanaman Kelakai”. Program yang digelar pada 22 Juli 2026 ini menargetkan ibu-ibu hamil dan menyusui dan kader posyandu sebagai peserta. Tim pelaksana yang dipimpin apt. Shahiroh Haulaini, M.Farm. bersama Dr. Robiyanto, M.PharmSc., Apt. dan apt. Enggy Erwansani, M.Farm, didampingi beberapa mahasiswa Farmasi merancang kegiatan yang meliputi edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan  produk minuman herbal.

Kelakai (Stenochlaena palustris) adalah tumbuhan paku-pakuan suku Blechnaceae, juga dikenal sebagai lemidi, lemiding, ramiding. Kelakai mudah tumbuh dilahan gambut, terutama di pulau kalimantan; bisa tumbuh dibatang pohon, kayu lapuk, hingga lahan kering, tapi paling subur di lahan gambut. Pucuk dan daun mudanya bisa dijadikan sayuran (direbus/ditumis) oleh masyarakat sekitar. 

Kandungan dan Manfaat Kelakai (Stenochlaena palustris) antara lain; memiliki kadar Fe yang tinggi sekitar 291,32 mg per 100 g (rata-rata), dengan rincian daun kelakai 291,3158 mg/100 mg, sebagai Antianemia, berkhasiat mencukupi kebutuhan Fe pada ibu menyusui dan balita, serta manfaat lainnya sebagai pereda demam, mengobati sakit kulit dan sebagai pencuci mulut.

“Sosialisasi dan Inovatif Kelakai untuk ASI eksklusif” dikenal dengan nama “SIKELASI” ini hadir untuk menjawab permasalahan minimnya ASI eksklusif pada ibu menyusui akibat kurangnya asupan zat gizi, khususnya zat besi (Fe). Melalui kegiatan ini, peserta diberikan edukasi tentang kandungan dan manfaat tanaman kelakai, kemudian praktik langsung pembuatan minuman herbal dari tanaman kelakai. Peserta juga mendapatkan pengenalan dasar pengemasan dan pemasaran produk sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan.

Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi edukatif mengenai manfaat tanaman herbal untuk kesehatan, khususnya kelakai. Peserta diperkenalkan pada konsep etnofarmasi, yaitu ilmu yang mempelajari penggunaan obat tradisional berbasis kearifan lokal. Untuk mengetahui pemahaman awal, para peserta mengikuti pre-test sebelum kegiatan. Selanjutnya, edukasi diberikan dengan metode interaktif melalui leaflet, video edukasi, hingga sesi tanya jawab bersama tim PKM. Hal ini membuat topik menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru mengenai kandungan dan manfaat tanaman kelakai serta cara mengolahnya menjadi minuman. Peserta juga merasa antusias karena dapat mempraktikan secara langsung proses pembuatannya dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali dengan inovasi lainnya. 

Hasil kegiatan menunjukkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang tanaman obat lokal dan mampu membuat produk minuman herbal sederhana. Tim pelaksana berharap program ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan tanaman obat lokal sebagai alternatif minuman sehat, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah bahan alami yang memiliki nilai kesehatan dan nilai ekonomi.