Dosen Keperawatan FK UNTAN Edukasi Infeksi Oportunistik bagi ODHIV di Empat Daerah Kalbar
Dosen Bagian Keperawatan Universitas Tanjungpura telah menyelenggarakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk edukasi tentang masalah kesehatan tropis, khususnya infeksi oportunistik pada Orang dengan HIV (ODHIV) di empat wilayah Kalimantan Barat, yaitu Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya.
Program PKM ini diketuai oleh Ns. Nadia Rahmawati, M.Kep, dengan anggota tim yaitu Ns. Gabby NR, M.Kep, Ns. Ikbal Fradianto, M.Kep, dan Ns. Zikri Alhalawi, M.Kep, serta melibatkan mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Tanjungpura sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Juli 2026 dan mendapat sambutan yang hangat dari pihak Pontianak Plus serta komunitas ODHIV yang menjadi sasaran kegiatan.
Program PKM ini berfokus pada peningkatan pengetahuan mengenai salah satu infeksi oportunistik yang sering menjadi perhatian pada ODHIV, yaitu Tuberkulosis (TBC). Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman mengenai hubungan antara HIV dan TBC, faktor risiko terjadinya infeksi, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya deteksi dini, kepatuhan menjalani pengobatan, serta upaya pencegahan penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan edukasi ini melibatkan sebanyak 30 orang ODHIV yang berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat, dengan karakteristik peserta yang beragam, baik laki-laki maupun perempuan. Keberagaman peserta ini menjadi gambaran bahwa isu HIV merupakan permasalahan kesehatan yang membutuhkan perhatian secara komprehensif tanpa memandang latar belakang individu. Pendekatan edukasi dilakukan secara inklusif dengan mengedepankan prinsip penghormatan, dukungan psikososial, serta pengurangan stigma terhadap ODHIV.

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen Keperawatan FK UNTAN menyampaikan materi menggunakan metode interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalani kehidupan dengan HIV, termasuk tantangan dalam menjaga kesehatan, mengakses layanan kesehatan, serta menghadapi stigma sosial yang masih terjadi di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ODHIV memiliki peningkatan literasi kesehatan sehingga mampu mengenali risiko infeksi oportunistik sejak dini dan mengambil langkah yang tepat untuk mempertahankan kualitas hidup. Pengetahuan yang baik mengenai TBC pada ODHIV juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap terapi antiretroviral (ARV), pengobatan TBC apabila diperlukan, serta perilaku pencegahan yang mendukung kesehatan individu maupun komunitas.
Kolaborasi antara Jurusan Keperawatan FK UNTAN dan Pontianak Plus menjadi salah satu bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan komunitas dalam mendukung upaya pengendalian penyakit menular di masyarakat. Kegiatan ini sejalan dengan peran perawat dalam promosi kesehatan, pencegahan penyakit, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan keperawatan komunitas yang berorientasi pada kebutuhan kelompok rentan.

Ketua tim PKM, Ns. Nadia Rahmawati, M.Kep, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan bagi ODHIV merupakan bagian penting dalam meningkatkan kemampuan individu dan komunitas untuk mengelola kondisi kesehatan secara mandiri. Selain memberikan informasi medis, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun dukungan sosial dan meningkatkan rasa percaya diri ODHIV dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Tim PKM berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas, sehingga semakin banyak masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai HIV, infeksi oportunistik, dan pentingnya menghilangkan stigma. Melalui kolaborasi antara akademisi, komunitas, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya peningkatan kualitas hidup ODHIV di Kalimantan Barat dapat terus diperkuat.


