FK Untan Gelar Kuliah Pakar Bahas Gizi, Doping, dan Olahraga
Pontianak – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tanjungpura mengadakan kegiatan Kuliah Pakar bertema “Antara Gizi, Doping, dan Olahraga” pada Jumat, 21 November 2025, menghadirkan narasumber Dr. Mury Kuswari, S.Pd., M.Si., dosen dan peneliti gizi olahraga dari Universitas Esa Unggul Jakarta. Kegiatan diikuti mahasiswa Prodi Farmasi, Kedokteran, Keperawatan FK Untan, mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Untan, Dosen, serta peserta umum.
Kegiatan diawali senam bersama yang dipandu langsung oleh narasumber di lobi Fakultas Kedokteran, dilanjutkan sarapan sehat sebagai bagian dari edukasi gaya hidup aktif dan seimbang. Dalam sambutannya di lobi FK, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Dr. apt. Liza Pratiwi, M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. “Terima kasih kepada narasumber yang turut memandu senam, serta kepada dosen, mahasiswa FK, mahasiswa PKO FKIP, dan peserta umum yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan ke Ruang Amphitheater FK Untan, tempat penyampaian materi utama. Koordinator Prodi Farmasi FK Untan, apt. Nera Umilia Purwanti, M.Sc., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan dan kolaborasi lintas disiplin. “Acara ini merupakan wujud kepedulian Farmasi Untan terhadap bidang olahraga dan kesehatan, serta bentuk kerja sama yang baik dengan Prodi PKO FKIP,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Mury Kuswari membahas peran gizi dalam performa olahraga, tantangan doping dalam kompetisi, serta pentingnya edukasi nutrisi sejak dini. Ia menekankan bahwa pemilihan asupan yang tepat dapat mendukung metabolisme tubuh dan mencegah praktik doping. “Gizi yang tepat adalah fondasi performa atlet. Doping tidak hanya merugikan kesehatan, tetapi juga menciderai nilai sportivitas,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Melalui kuliah pakar ini, Fakultas Kedokteran Untan berharap dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai isu gizi, doping dan olahraga, serta dapat menerapkan keilmuan tersebut dalam praktik profesional maupun dalam kehidupan sehari-hari.


