Thetanjungpuratimes.com

Implementasi Edukasi Berbasis Proses Keperawatan Tingkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi di Wilayah Perbatasan Entikong

Sanggau – Dalam upaya mendukung peningkatan kesehatan anak serta memperkuat program imunisasi di wilayah perbatasan, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Bagian Keperawatan Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura melaksanakan kegiatan bertajuk “Implementasi Edukasi Berbasis Proses Keperawatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi di Puskesmas Entikong”.

Kegiatan yang didanai melalui DIPA Tahun 2026 ini diketuai oleh Ns. Muhammad Agung Krisdianto, S.Kep., M.Kep dengan anggota Yuyun Tafwidhah, S.KM., M.Kep, Ns. Santy Ercelina Nainggolan, M.Kep., Sp.Kep.A, dan Ns. Murtilita, S.Kep., M.Kep. Tim juga melibatkan mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, yaitu Marsha Arfani, Rossi Rizki Neri, Revaldo Kristian Aprianus, dan Valiza Safira Lubis.

Kegiatan diawali dengan orientasi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada tanggal 11–12 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan pelaksanaan lapangan pada 17 Juni 2026 di Posyandu Istiqomah, wilayah kerja Puskesmas Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari orang tua dan anak mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Pelaksanaan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan cakupan dan pemahaman masyarakat mengenai imunisasi sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Berbagai laporan nasional menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemerataan cakupan imunisasi, terutama pada wilayah terpencil dan perbatasan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kesenjangan cakupan imunisasi masih terjadi di berbagai daerah dan kelompok masyarakat sehingga diperlukan penguatan edukasi serta akses layanan kesehatan yang merata.

Kondisi tersebut menjadi perhatian penting mengingat imunisasi merupakan salah satu indikator utama dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-Being) yang menargetkan kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua kelompok usia. Pemerintah Indonesia melalui berbagai strategi nasional juga terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Selain mendukung SDGs, kegiatan ini juga sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam penyelesaian permasalahan masyarakat melalui implementasi ilmu pengetahuan. Kegiatan ini sekaligus merepresentasikan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura dan Program Studi Sarjana Keperawatan dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan kesehatan masyarakat wilayah perbatasan.

Secara akademik, kegiatan ini juga mengintegrasikan pembelajaran dari mata kuliah Proses Keperawatan dan Keperawatan Anak. Edukasi diberikan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian kebutuhan informasi peserta, identifikasi masalah, perencanaan edukasi, implementasi penyuluhan, serta evaluasi pemahaman peserta. Materi yang diberikan mencakup pentingnya imunisasi, jadwal imunisasi anak, manfaat imunisasi, serta upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Sebagai bentuk inovasi edukasi, tim PKM juga mengembangkan media pembelajaran berupa leaflet dan video edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun tenaga kesehatan sebagai media promosi kesehatan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan ibu mengenai imunisasi setelah diberikan edukasi. Peserta menunjukkan respons yang sangat positif dan aktif berpartisipasi selama sesi diskusi berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait jadwal imunisasi, efek samping pasca imunisasi, serta cara mengatasi berbagai informasi keliru yang beredar di masyarakat mengenai imunisasi.

Ketua tim PKM, Ns. Muhammad Agung Krisdianto, S.Kep., M.Kep menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Program ini merupakan program keberlanjutan yang telah diamanahkan oleh Fakultas Kedokteran, kami berharap kehadiran kami menjadi bentuk nyata sinergi akademisi dan klinisi guna meningkatkan program kerja dan peningkatan pengetahuan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat,” ujarnya.

Koordinator Program Imunisasi Puskesmas Entikong, Sujiman, A.Md.Kep, turut mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Universitas Tanjungpura.

“Kami sangat berterima kasih dengan hadirnya UNTAN. Semoga dengan kehadiran teman-teman UNTAN, program Puskesmas Entikong dapat lebih efektif pencapaiannya dikarenakan sinergi yang dilaksanakan dengan luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Entikong, Gatot Setiarno, S.K.M., menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan dapat terus berlanjut.

“Kami berterima kasih, UNTAN sudah dapat hadir membersamai kami, bukan hanya dari kegiatan namun juga aspek keterlibatan dengan program yang kami miliki. Harapannya ini akan terus berlanjut ke depannya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tanjungpura kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada wilayah perbatasan negara. Sinergi antara akademisi, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan terlindungi melalui program imunisasi yang optimal.