Inisiasi US Embassy, Amcor Pontianak dan Apple Developer Academy Bekali Mahasiswa Skill Era Digital
PONTIANAK, 4 Juni 2026 — Guna membekali mahasiswa dengan keterampilan esensial di era disrupsi digital, American Corner (Amcor) Pontianak melalui inisiasi dari US Embassy Jakarta berkolaborasi bersama Apple Developer Academy sukses menyelenggarakan talkshow interaktif bertajuk “Learning to Adapt: Mastering the skills to Learn, Unlearn, and Relearn.”
Kegiatan ini berlangsung di American Corner dan didukung oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FMIPA yang merupakan alumni IVLP 2022, Prof. Dr. Gusrizal, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi besar atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini.

“Ini Program yang menarik dan prestisius menurut saya. Karena saya menganggap pembelajaran itu adalah sesuatu yang mahal dan itu privilege karena tidak semua orang bisa mendapatkan itu. Maka bersungguh-sungguhlah, kata kuncinya sungguh-sungguh” ujarnya.

Memasuki sesi inti, talkshow menghadirkan tiga narasumber dari Apple Developer Academy. Sesi materi dimulai oleh Obedrey Willys selaku Professional Skills & Employability Mentor Apple Developer Academy mengenai penerapan Learn, Unlearn, and Relearn (LUR) dalam belajar dan berdiskusi di Apple Developer Academy Batam, serta perubahan variasi sektor pekerjaan. Obedrey menyampaikan “Lulusan Apple Developer Academy itu adalah mereka-mereka yang punya aspirasi bukan hanya kerja di teknologi saja. Tapi most of them itu punya aspirasi untuk bekerja di teknologi sebagai designer, software engineer.”

Setelah pemaparan materi, diadakan sesi interaktif. Peserta diminta berpasangan lalu setiap peserta membuat satu hal sesuai LUR kemudian diceritakan kepada pasangannya secara bergantian. Materi selanjutnya diisi oleh Dhea L Januar selaku Marketing & Student Acquisition terkait informasi lebih lengkap mengenai Apple Developer Academy.

Dhea menyampaikan “Tadi Obed bilang yang ada di Apple Developer Academy tidak hanya dari temen-temen IT aja, dari banyak jurusan jadi masing-masing harus bisa belajar unlearn untuk menyamakan vibes dan persepsi di Apple Developer Academy.
” Apple Developer Academy bekerja sama dengan berbagai pihak, “Jadi kami yang datang ini dari Apple Developer Academy @ Infinite learning Batam. Untuk partner kami di Batam, Infinite Learning itu adalah lembaga pelatihan edukasi. Jadi memang berpartner tidak hanya dengan Apple, tapi banyak dengan kampus juga dan perusahaan teknologi” lanjutnya.

Sesi terakhir dibawakan oleh Mariskha P Yosua selaku Operation Coordinator Apple Developer Academy mengenai informasi program bergengsi dari Apple Developer Academy Cohort 2027. Ia menyampaikan bahwa aplikasi yang dibuat oleh para peserta sangat spesifik karena didasarkan pada metode challenge-based learning.

Menurutnya, metode pembelajaran berbasis tantangan tersebut benar-benar mampu mengarahkan mahasiswa untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan permasalahan nyata yang mereka hadapi. “Aplikasi yang mereka buat salah satunya adalah cara membuka salak. Mungkin buat kita kenapa buka salak harus pakai aplikasi, dan buat orang-orang yang hidup di negara tidak tropis salak itu buah yang unik. Jadi Apple menyukai hal-hal seperti itu” lanjutnya.

Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Antusiasme peserta tampak sangat tinggi, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Suasana penutupan pun menjadi semakin semarak saat Prof. Gusrizal memberikan kejutan dengan mengumumkan bahwa beliau akan membiayai tiga mahasiswa yang berhasil lolos dalam program tersebut. “Bagi yang lolos background nya bukan Sistem Komputer dan Sistem Informasi, artinya anak Kimia, Biologi, Matematika yang lolos 3 orang, tiket ke Batamnya saya yang tanggung” ujarnya.
Penulis: Dila


