PKM “Apotek Keluarga Mandiri” Dorong Ibu Rumah Tangga di Sajingan Besar Cerdas Kelola Obat Keluarga
Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura melalui tim dosen Bagian Farmasi melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Apotek Keluarga Mandiri: Edukasi DAGUSIBU melalui Pelatihan dan Role-Play Interaktif bagi Ibu Rumah Tangga di Sajingan Besar” pada akhir Juli 2025 lalu.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar lima puluh ibu-ibu rumah tangga yang berasal dari Desa Sebunga dan Desa Kaliau’, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Melalui pendekatan pelatihan interaktif dan simulasi peran (role-play), para peserta belajar langsung cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar sesuai prinsip dagusibu (dapatkan, gunakan, simpan, buang).
Ketua tim kegiatan PKM, Dr. Robiyanto, M.Pharm.Sc., Apt., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk keluarga yang mandiri dalam mengelola obat sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat perbatasan. “Kami ingin ibu-ibu yang tinggal di sini menjadi ‘apoteker keluarga’ yang mampu mengedukasi anggota rumah tangga lain terkait dagusibu obat yang benar,” ujarnya.

Pada kegiatan ini, para peserta juga diperkenalkan dengan mini display Apotek Keluarga Mandiri sebagai contoh sederhana namun inspiratif dalam penyimpanan obat yang benar di rumah tangga. Mini display ini berhasil menarik perhatian peserta karena menampilkan berbagai jenis wadah dan penataan obat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan visual ini membantu peserta memahami praktik penyimpanan yang aman dan efisien. Selain itu, masyarakat juga diajarkan mengenai jenis-jenis obat dengan praktik langsung dari obat yang diberikan, cara penggunaan, dan membaca expired date di kemasan obat.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terutama saat mengikuti sesi kuis interaktif dan role-play edukatif yang dipandu langsung oleh tim dosen dan mahasiswa. Pada sesi role-play, peserta diminta memerankan situasi sehari-hari, misalnya mengajak tetangga untuk tidak membeli obat di warung namun di tempat resmi seperti apotek atau toko obat; atau cara membuang obat di rumah yang sudah kadaluwarsa. Metode ini melatih pemahaman sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam mengambil keputusan yang tepat terkait dagusibu obat yang seharusnya. Suasana pelatihan pun menjadi hidup, seru, dan penuh interaksi, karena para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif mempraktikkan pengetahuan baru yang mereka dapatkan secara langsung.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan terkait dagusibu seluruh peserta hingga lebih dari 30% dibandingkan sebelum diberikan pelatihan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari aparat desa setempat yang sebagiannya juga ikut terlibat dalam pelaksanaan PKM. Diharapkan kegiatan PKM ini dapat menjadi model edukasi kesehatan yang berkelanjutan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Video dokumentasi kegiatan juga akan diunggah di kanal resmi YouTube Fakultas Kedokteran UNTAN agar menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk membangun keluarga yang sehat, cerdas, dan mandiri dalam penggunaan obat.


