Thetanjungpuratimes.com

PKM Dosen Farmasi UNTAN Edukasi Siswa SMK Bina Dharma Soal Manfaat Daun Nangka sebagai Antioksidan

Pontianak– Tim dosen dari Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Bina Dharma Pontianak dengan fokus edukasi pemanfaatan daun nangka sebagai antioksidan alami. Program yang berlangsung sejak Agustus hingga November 2025 itu menyasar siswa jurusan kesehatan yang dinilai membutuhkan penguatan literasi ilmiah terkait bahan alam lokal.

Ketua tim PKM, Meri Ropiqa, M.Pharm.Sci., Apt., menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari hasil observasi awal di sekolah mitra yang menunjukkan rendahnya pengetahuan siswa mengenai potensi daun nangka, khususnya sebagai sumber senyawa flavonoid, alkaloid, dan fenolik yang berperan sebagai antioksidan.

Selama ini, daun nangka lebih sering dipandang sebagai limbah, padahal penelitian menunjukkan adanya aktivitas biologis yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Program edukasi disusun melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan administrasi, koordinasi dengan pihak sekolah, seleksi peserta, hingga penyusunan media pembelajaran.

Tim dosen dan mahasiswa menyiapkan materi dalam bentuk slide presentasi, flyer, banner, serta video edukasi yang dirancang menarik dan mudah dipahami. Pada hari pelaksanaan, siswa mengikuti pre-test untuk mengetahui kemampuan awal sebelum penyampaian materi inti.

Materi disampaikan oleh Apt. Muhammad Andre Reynaldi, M.S.Farm., yang menjelaskan hubungan antara infeksi bakteri, mekanisme kerja antioksidan, serta kandungan metabolit sekunder dalam daun nangka. Penyampaian dilakukan secara komunikatif, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Beberapa siswa mengajukan pertanyaan terkait cara pemanfaatan daun nangka dalam kehidupan sehari-hari serta potensi pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam. Setelah kegiatan edukasi, siswa kembali mengikuti post-test sebagai evaluasi akhir. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Hampir seluruh peserta mencapai nilai tinggi dan menunjukkan pemahaman lebih baik dibandingkan sebelum mengikuti kegiatan. Peningkatan ini, menurut tim PKM, menegaskan bahwa pendekatan penyuluhan dengan media edukatif yang variatif efektif dalam membantu siswa memahami konsep ilmiah yang berkaitan dengan bahan alam.

Selain peningkatan pemahaman, kegiatan ini juga memberikan dampak psikologis positif berupa tumbuhnya rasa ingin tahu serta kesadaran terhadap pemanfaatan limbah alami. Para siswa mulai melihat bahwa bahan sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai solusi kesehatan preventif yang aman dan terjangkau. Di akhir kegiatan, siswa yang mengikuti pelatihan dikukuhkan sebagai agent of change untuk menyebarkan informasi kepada rekan sebaya dan masyarakat di sekitar mereka.

Kegiatan PKM ini sekaligus menjadi sarana integrasi ilmu antara civitas akademika dan masyarakat. Tema yang diangkat selaras dengan mata kuliah Analisis Sediaan Farmasi, sehingga mahasiswa yang terlibat memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan konsep analisis bahan alam pada konteks nyata di lapangan. Tim dosen berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain agar literasi kesehatan berbasis potensi lokal semakin meningkat di kalangan pelajar.