Tim PKM FK Untan Gelar Pelatihan Nakes di Puskesmas Kampung Dalam: Prediksi Putus Obat TB dengan RStudio
Puskesmas Kampung Dalam, bekerja sama dengan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan), menggelar pelatihan bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) beberapa waktu lalu.
Pelatihan bagi Nakes ini digelar terkait dengan adanya pemanfaatan aplikasi RStudio untuk memprediksi potensi putus obat pada pasien Tuberkulosis (TB).
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nakes dalam memanfaatkan pendekatan berbasis data dan teknologi guna memperkuat program pengendalian TB di tingkat layanan primer.
Dengan kemampuan prediksi melalui analisis data, diharapkan para nakes dapat mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi menghentikan pengobatan sebelum waktunya. Dengan demikian, intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kepala Puskesmas Kampung Dalam menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai bahwa inovasi berbasis data menjadi kebutuhan mendesak, mengingat tingginya tantangan penanggulangan TB di Kota Pontianak.
“Selama ini kami sering menghadapi kendala pasien yang berhenti berobat sebelum masa pengobatan selesai. Dengan pelatihan ini, Tenaga Kesehatan di Puskesmas memiliki alat bantu analisis yang lebih ilmiah untuk memprediksi dan mencegah putus obat sejak dini,” ungkapnya.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini mengedepankan praktik langsung dengan menggunakan dataset pasien TB yang telah dianonimkan.
Para peserta dilatih mulai dari tahap input data, menjalankan model analisis di RStudio, hingga menafsirkan output yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan klinis maupun manajerial.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, sekaligus pelaksana kegiatan pengabdian, Agus Fitriangga, menekankan pentingnya integrasi teknologi analitik dalam sistem layanan kesehatan.
“Kami ingin tenaga kesehatan tidak hanya bergantung pada intuisi, tetapi juga memanfaatkan data untuk prediksi dan pencegahan. RStudio memberikan peluang untuk melakukan analisis dengan cepat dan akurat, sehingga upaya penanggulangan TB bisa menjadi lebih efektif,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Tanjungpura dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Barat melalui program pengabdian kepada masyarakat yang aplikatif, tepat guna, dan berbasis kebutuhan lapangan.


