PKM Lintas Negara Layanan Sosial Keterlibatan Masyarakat Lintas Batas tentang Pembelajaran : “ A Cognitive Science Perspective” di Sarawak, Malaysia
Sarawak, Malaysia – Tim dosen dan mahasiswa Prodi pendidikan bahasa inggris melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) lintas negara bertema “Social Services on Cross-Border Community Engagement on Learning How to Learn: A Cognitive Science Perspective in Sarawak, Malaysia” sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ilmu kognitif dan pembelajaran berbasis kesadaran proses belajar.
Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam memberikan layanan sosial-edukatif kepada masyarakat dan komunitas pendidikan di Sarawak. Fokus utama kegiatan adalah pengenalan konsep learning how to learn yang menekankan pada pemahaman cara kerja otak dalam menerima, mengolah, dan menyimpan informasi sebagai dasar untuk meningkatkan efektivitas belajar sepanjang hayat.
Tahapan kegiatan diawali dengan perencanaan akademik oleh tim dosen dan mahasiswa melalui penyusunan materi berbasis kajian cognitive science. Materi yang disampaikan mencakup strategi metakognitif, manajemen perhatian, teknik penguatan memori, serta pentingnya refleksi dalam proses belajar. Penyusunan materi dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan karakteristik peserta agar konsep-konsep ilmiah dapat dipahami secara praktis oleh masyarakat dan pelajar.
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang menyampaikan materi secara interaktif melalui presentasi edukatif, simulasi strategi belajar, serta diskusi kelompok. Pendekatan partisipatif digunakan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta, sehingga proses pembelajaran tidak hanya bersifat satu arah, tetapi memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman belajar antara fasilitator dan peserta.
Dosen pendamping berperan sebagai penjamin mutu akademik kegiatan dengan memastikan kesesuaian materi dengan prinsip-prinsip ilmu kognitif serta efektivitas metode penyampaian yang digunakan oleh mahasiswa. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara penguasaan teori dan praktik lapangan, sehingga kegiatan PKM memiliki nilai akademik sekaligus manfaat sosial yang nyata.

Koordinator kegiatan Dian Shinta Sari M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya memahami proses belajar sebagai dasar pengembangan diri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Melalui pendekatan learning how to learn, peserta diharapkan mampu mengenali strategi belajar yang sesuai dengan karakteristik kognitif mereka, sehingga proses belajar menjadi lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Respons peserta kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai cara belajar yang lebih terstruktur dan ilmiah, seperti teknik pengelolaan fokus, penguatan ingatan, serta pentingnya refleksi terhadap pengalaman belajar. Kegiatan ini juga dinilai relevan dengan tantangan pembelajaran di era digital yang menuntut kemampuan adaptasi dan belajar mandiri.

Dari perspektif pendidikan tinggi, kegiatan PKM lintas negara ini memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan akademik ke dalam praktik sosial. Mahasiswa tidak hanya dilatih untuk memahami konsep cognitive science, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama lintas budaya.
Selain berdampak pada masyarakat sasaran, kegiatan ini juga memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan antara Indonesia dan Malaysia. Program ini menjadi sarana pertukaran gagasan tentang praktik pembelajaran yang efektif serta penguatan peran perguruan tinggi dalam pengembangan masyarakat berbasis pengetahuan.
Secara keseluruhan, kegiatan Social Services on Cross-Border Community Engagement on Learning How to Learn: A Cognitive Science Perspective in Sarawak, Malaysia menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat yang dirancang berbasis kajian ilmiah mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi belajar masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas melalui integrasi teknologi pembelajaran dan pengembangan modul edukatif berbasis ilmu kognitif.


