Thetanjungpuratimes.com

Tim Dosen Farmasi Untan Latih Siswa SMAN 12 Pontianak Membuat Minuman Herbal dari Bawang Dayak

PONTIANAK – Bagian Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di SMAN 12 Kota Pontianak dengan tema pembuatan produk minuman dari Bawang Dayak untuk pencegahan penyakit degeneratif. Program yang digelar pada 3 September 2025 ini menargetkan siswa kelas XI sebagai peserta. Tim pelaksana yang dipimpin Ressi Susanti, M.Sc., Apt., bersama apt. Clara Ritawany Sinaga, M.Farm dan apt. Enggy Erwansani, M.Farm, didampingi beberapa mahasiswa Farmasi merancang kegiatan yang meliputi edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan  produk minuman herbal.

Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) merupakan tanaman obat endemik Kalimantan yang kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid. Tanaman ini memiliki khasiat antioksidan, antiinflamasi, dan berpotensi mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular. Penyakit-penyakit degeneratif tersebut kini mulai menyerang kalangan remaja akibat perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

Program ini hadir untuk menjawab permasalahan minimnya inovasi produk berbasis kearifan lokal di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan edukasi tentang kandungan dan manfaat Bawang Dayak, kemudian praktik langsung pembuatan minuman herbal dari Bawang Dayak seperti teh celup atau serbuk instan. Siswa juga mendapatkan pengenalan dasar pengemasan dan pemasaran produk sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan.`

“Siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen perubahan yang membawa nilai kesehatan dan kearifan lokal di lingkungan mereka,” ujar Ressi Susanti. Program ini memberikan keterampilan praktis dalam pengolahan bahan alam dan mendorong munculnya ide bisnis berbasis produk lokal. Kegiatan ini juga sejalan dengan Rencana Induk Penelitian Untan yang berfokus pada kesehatan dan pelestarian keanekaragaman hayati Kalimantan.

Hasil kegiatan menunjukkan siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang tanaman obat lokal dan mampu membuat produk minuman herbal sederhana. Tim pelaksana berharap program ini dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi berbasis kearifan lokal di sekolah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui konsumsi bahan alami. Hasil program akan dipublikasikan dalam Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dan media massa elektronik.