Thetanjungpuratimes.com

Tim Dosen Farmasi UNTAN memberikan Edukasi Pembuatan Starter dan Nata Aloe Vera untuk Guru MGMP Biologi Kota Pontianak

Pontianak – Tim dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mandiri bertajuk “Edukasi Pembuatan Starter dan Nata Aloe Vera pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi di Kota Pontianak”. Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan, yaitu pada September hingga Oktober 2025, dan diikuti oleh sekitar 35 orang guru Biologi anggota MGMP Biologi Kota Pontianak.

Kegiatan PkM ini diketuai oleh Nera Umilia Purwanti, M.Sc., Apt dengan anggota tim yaitu apt. Annafiatuzakiah, M.Farm, apt. Shahiroh Haulaini, M.Pharm, dan apt. Fortunata Saesarria, M.S.Farm. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan dua orang mahasiswa Program Studi Farmasi sebagai bentuk integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Ketua tim, Nera Umilia Purwanti, M.Sc., Apt, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengalaman praktis guru Biologi dalam pembuatan starter mikroba dan produk fermentasi seperti nata aloe vera. Padahal, materi bioteknologi dan fermentasi merupakan bagian penting dalam pembelajaran Biologi di jenjang SMA. Oleh karena itu, melalui PkM ini diharapkan guru memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis proyek di sekolah.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi antara tim dosen Fakultas Kedokteran UNTAN dengan pengurus MGMP Biologi Kota Pontianak untuk menentukan waktu, tempat, serta jumlah peserta. Kegiatan kemudian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Farmasi UNTAN yang memiliki fasilitas memadai untuk kegiatan edukasi dan demonstrasi. Sebagai bentuk kesiapan kegiatan, tim juga menyiapkan berbagai media edukasi berupa bahan presentasi PowerPoint, leaflet, serta video singkat tentang proses pembuatan starter dan nata aloe vera.

Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi pembuatan starter dari buah nanas melalui proses fermentasi serta pembuatan nata aloe vera dari tanaman lidah buaya (Aloe vera). Pada sesi pembuatan starter, peserta diberi penjelasan mengenai prinsip dasar fermentasi, perbandingan bahan, waktu fermentasi, hingga proses identifikasi bakteri hasil fermentasi. Sementara itu, pada sesi pembuatan nata aloe vera, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan potensi lokal lidah buaya sebagai bahan dasar produk fermentasi bernilai ekonomis dan edukatif.

Menurut anggota tim, apt. Annafiatuzakiah, M.Farm, pemilihan lidah buaya sebagai bahan baku nata didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah di Kalimantan Barat dan potensinya yang besar untuk dikembangkan baik sebagai produk pangan fungsional maupun sebagai media pembelajaran kontekstual di sekolah. Sementara itu, apt. Shahiroh Haulaini, M.Pharm, dan apt. Fortunata Saesarria, M.S.Farm, berperan aktif dalam penyusunan instrumen evaluasi dan analisis pemahaman peserta selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan edukasi dikemas dalam bentuk pemaparan materi, diskusi interaktif, serta demonstrasi langsung. Para guru tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar penggunaan bahan alternatif selain nanas, proses produksi starter berkelanjutan, hingga penerapan kegiatan ini dalam pembelajaran di kelas. Diskusi berlangsung aktif dan menunjukkan ketertarikan peserta untuk mengembangkan pembelajaran Biologi yang lebih aplikatif.

Pada akhir kegiatan, tim melakukan evaluasi melalui kuesioner kepuasan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Para guru juga menyatakan termotivasi untuk mengembangkan praktikum fermentasi sederhana sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning).

Kegiatan PkM ini sejalan dengan visi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura dalam mengembangkan inovasi di bidang kesehatan, farmasi, dan bioteknologi berbasis potensi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kemitraan strategis antara UNTAN dan MGMP Biologi sebagai mitra dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah Kota Pontianak.

Melalui kegiatan ini, tim berharap pengetahuan tentang pembuatan starter dan nata aloe vera tidak hanya berhenti pada para guru, tetapi dapat ditransformasikan kepada peserta didik di sekolah masing-masing. Dengan demikian, pembelajaran Biologi menjadi lebih inovatif, kontekstual, dan mampu menumbuhkan minat serta kreativitas siswa dalam bidang sains terapan.