Dari Kulit Jeruk Jadi Ilmu: Dosen Farmasi UNTAN Ajak Siswa SMK Bina Dharma Mengenal Antibakteri Alami
Pontianak – Siang itu, ruang kelas SMK Bina Dharma Pontianak tampak berbeda. Aroma jeruk segar tercium di antara tumpukan gelas kimia dan lembaran kertas kerja. Para siswa tampak bersemangat mengikuti penjelasan tim dosen dari Bagian Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yang datang dengan misi sederhana namun bermakna: memperkenalkan manfaat kulit jeruk sebagai antibakteri alami yang mudah ditemukan di sekitar kita.
Kegiatan yang berlangsung pada 12 September 2025 ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Peningkatan Pengetahuan Siswa SMK Bina Dharma Tentang Manfaat Kulit Jeruk Sebagai Antibakteri.” Program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda akan potensi bahan alam lokal yang sering terbuang, padahal menyimpan senyawa aktif seperti flavonoid dan limonene yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.
Ketua Tim Dosen, Meri Ropiqa, M.Pharm.Sci., Apt., menuturkan bahwa edukasi ini berangkat dari keinginan agar siswa memahami sains melalui pengalaman langsung. “Selama ini kulit jeruk dianggap tidak berguna, padahal kaya manfaat. Kami ingin siswa melihat bahwa bahan sederhana bisa memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan. Siapa tahu, dari kegiatan ini lahir ide penelitian kecil atau bahkan produk inovatif buatan siswa sendiri,” ujarnya dengan senyum hangat.
Kegiatan berlangsung interaktif—dimulai dengan penyuluhan singkat, dilanjutkan pemutaran video edukatif tentang mekanisme kerja senyawa antibakteri, hingga diskusi dan kuis yang memancing rasa ingin tahu peserta. Para siswa juga diajak mengamati langsung sampel kulit jeruk dan mendiskusikan cara pemanfaatannya sebagai bahan alami penghambat bakteri. Suasana kelas yang awalnya hening berubah menjadi hidup penuh tanya-jawab, tawa, dan rasa ingin tahu.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Linda Riana, S.Pd., Gr., mengapresiasi semangat tim dosen yang hadir. “Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar sesuatu yang baru, langsung dari praktisi yang berpengalaman. Materinya sederhana tapi membuka wawasan besar. Ini menjadi inspirasi untuk mengaitkan pelajaran di kelas dengan ilmu yang nyata di dunia kerja dan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Tim pengabdian terdiri dari Meri Ropiqa, M.Pharm.Sci., Apt. sebagai ketua dan Apt. Muhammad Andre Reynaldi, M.S.Farm. sebagai anggota, serta dua mahasiswa Farmasi, Assyifa Ardelia dan Hafizurahman. Kolaborasi lintas generasi ini memperlihatkan sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan yang didukung penuh oleh Universitas Tanjungpura melalui pendanaan DIPA UNTAN Tahun 2025 ini diharapkan menjadi langkah kecil yang memberi dampak besar. Dari seulas kulit jeruk, tumbuh kesadaran baru bahwa ilmu pengetahuan bisa dimulai dari hal sederhana, dan bahwa menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan cara yang alami, murah, dan berkelanjutan.


